Jakarta}EGINDO.co Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik menunjukkan dinamika yang beragam pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Kondisi ini menegaskan bahwa emas perhiasan masih menjadi instrumen yang diminati masyarakat, tidak hanya sebagai lindung nilai (safe haven) dalam jangka panjang, tetapi juga sebagai bagian dari kebutuhan gaya hidup.
Berdasarkan pemantauan di salah satu gerai ritel emas ternama, harga emas perhiasan tercatat mengalami koreksi dibandingkan hari sebelumnya. Untuk kadar tertinggi, yakni 24 karat, harga berada di level Rp2.470.000 per gram, sementara kadar 12 karat diperdagangkan di kisaran Rp1.117.000 per gram. Penyesuaian ini mencerminkan respons pelaku usaha terhadap fluktuasi harga emas global maupun nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, gerai emas ritel lainnya justru membukukan kenaikan harga pada hari yang sama. Emas perhiasan 24 karat tercatat dipasarkan seharga Rp2.468.000 per gram, sedangkan kadar 12 karat berada di level Rp1.111.000 per gram. Perbedaan arah harga antar pelaku pasar ini lazim terjadi, mengingat setiap gerai memiliki kebijakan margin, biaya produksi, serta strategi penjualan yang berbeda.
Sejumlah laporan industri yang juga disorot oleh media ekonomi seperti Bisnis Indonesia dan Kontan menilai bahwa volatilitas harga emas perhiasan domestik masih dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia, permintaan musiman, serta daya beli masyarakat.
Dengan kondisi harga yang tidak seragam, konsumen diimbau untuk melakukan pemantauan pasar secara berkala. Langkah tersebut penting agar keputusan transaksi—baik membeli maupun menjual emas perhiasan—dapat dilakukan pada momentum yang lebih optimal. (Sn)