Diakuisisi Entitas Grup Sinarmas, Fokus Produksi Batu Bara

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Jakarta | EGINDO.co – Diakuisisi entitas Grup Sinarmas, mempertajam fokus untuk memproduksi batu bara. Entitas Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melalui anak usahanya Stanmore Resources Limited akan mengakuisisi berencana mengakuisisi 80 persen saham BHP Mitsui Coal Pty. Ltd. (BMC). Stanmore Resources telah menyetujui untuk mengakuisisi 100 persen saham Dampier Coal (Queensland) Pty Ltd (Dampier Coal) dari BHP Minerals Pty Ltd, yang merupakan anak perusahaan BHP di BMC.

Presiden BHP Minerals Australia Edgar Basto menyebut transaksi sejalan dengan strategi perusahaan sehingga dapat memberikan kepastian bagi tenaga kerja BMC dan masyarakat sekitar. BHP sedang mempertajam fokus untuk memproduksi batu bara metalurgi yang berkualitas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi sejalan dengan tujuan dekarbonisasi.

Baca Juga :  Kertas Grup Sinarmas, Tjiwi Kimia RUPST, Akan Tebar Dividen

Dalam laman resmi perusahaan disebutkan Stanmore Resources berbagi fokus pada kinerja dan budaya keselamatan dan mendukung komitmen Australia berdasarkan Perjanjian Paris. Adapun, penyelesaian transaksi DSSA mengakuisisi BMC diperkirakan terlaksana pada pertengahan 2022, yang mana penyelesaiannya masih tunduk pada pemenuhan syarat-syarat pendahuluan.

Dijelaskan BHP akan terus mengoperasikan BMC hingga selesai dan bekerja sama dengan Stanmore Resources untuk memastikan transisi kepemilikan yang berhasil. BHP akan terus mengoperasikan BMC hingga selesai dan bekerja sama dengan Stanmore Resources untuk memastikan transisi kepemilikan yang berhasil dan akan memberikan layanan transisi tertentu untuk waktu yang singkat setelah selesai.

Dalam keterbukaan informasi pada Senin (8/11/2021) lalu, Sekretaris Perusahaan DSSA Susan Chandra menyampaikan BMC memiliki tambang batu bara metalurgi di Queensland, Australia, yang terdiri dari South Walker Creek dan tambang Poitrel. Total produksi batu bara metalurgi sekitar 10 juta ton per tahun dan total cadangan sebanyak 171 juta, serta proyek batu bara Wards Well yang belum dikembangkan. Perseroan berharap bahwa dengan terealisasinya rencana transaksi ini, DSSA melalui entitas anak, akan memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku bisnis dalam usaha batu bara metalurgi di wilayah Asia dan Oseania yang selanjutnya dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham.@

Baca Juga :  Pelaksanaan Pemilu 2024, Industri Kertas Indonesia Tumbuh

Bs/TimEGINDO.co

 

Bagikan :
Scroll to Top