Demo Mahasiswa USU di DPRD Sumut, 9 Tuntutan, Tolak MBG dan Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa USU menggelar demo di depan Gedung DPRD Sumut, pada Senin (15/6/2026) siang
Mahasiswa USU menggelar demo di depan Gedung DPRD Sumut, pada Senin (15/6/2026) siang

Medan | EGINDO.com – Demo mahasiswa USU di DPRD Sumut, ada 9 tuntutan, tolak MBG dan kenaikan harga BBM. Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Medan pada Senin (15/6/2026) menggelar aksi bertajuk “Menuju Indonesia Gagal” di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Aksi mahasiswa itu dipimpin oleh Presiden Mahasiswa BEM USU, Angga Al Maaris Harahap dan menyampaikan 9 poin tuntutan. Para mahasiswa menegaskan kalau kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi kepada perwakilan rakyat terkait kinerja kepemimpinan Presiden Prabowo-Gibran.

Adapun tuntutan mahasiswa yang tergabung dari USU di depan gedung DPRD Sumut adalah sebagai berikut: 1. Menuntut agar pemerintah menjaga harga BBM tetap stabil dan mengawasi distribusi BBM subsidi sehingga hanya diterima yang berhak. 2. Mnuntut efesiensi serta transparansi dalam pengalokasian APBN dan APBD dengan memprioritaskan anggaran pada program prioritas. 3. Menolak dengan tegas dwifungsi Polri serta menuntut peningkatan transparansi dan akuntabilitas di dalam tubuh institusi kepolisian. 4. Memberhentikan program MBG dan menciptakan program pemenuhan gizi masyarakat yang lebih efektif, efesien, dan tepat sasaran. 5. Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengembalikan pendidikan sebagai program utama nasional demi masa depan bangsa. 6. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat. 7. Menuntut pertanggungjawaban pemerintah terkait penanggulangan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Serta menindak tegas dalam memberantas praktik tambang ilegal. 8. Mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik sektor kelistrikan dan air bersih. 9. Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menepati janji untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan.

Para mahasiswa yang datang pada Senin siang itu membawa sejumlah spanduk dan keranda simbol matinya demokrasi dan hati nurani pemerintah atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat saat ini. Satu persatu perwakilan mahasiswa berorasi menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando. Sementara aparat kepolisian tampak berjaga mengamankan jalannya aksi.

Mereka menyuarakan mendesaknya evaluasi berbagai kebijakan pemerintah, yang dinilai merugikan sekaligus membebani masyarakat banyak, di antaranya naiknya harga BBM dan program makanan bergizi gratis (MBG).

Setelah lama ditunggu, akhirnya Ketua DPRD Sumut Erni Aryanti Sitorus dan sejumlah anggota dewan, datang menemui mahasiswa. Kapolrestabes Medan Calvijn Simanjuntak turut hadir. Mereka dengan mahasiswa terlibat diskusi. Beberapa hal dari 9 poin tuntutan mahasiswa, di antaranya menuntut pemerintah agar menjaga menjaga harga BBM dan mengawasi distribusinya sehingga dinikmati masyarakat yang berhak.@

Myas/timEGINDO.com

Scroll to Top