New York | EGINDO.co – Deloitte akan memangkas sekitar 1.200 pekerjaan atau 1,5% dari jumlah tenaga kerjanya di Amerika Serikat (AS), Financial Times melaporkan pada hari Jumat (21 April), mengutip komunikasi internal karyawan.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan audit ini akan lebih banyak terjadi di area-area seperti bisnis penasihat keuangan, yang telah terpengaruh oleh kemerosotan aktivitas merger dan akuisisi, ujar surat kabar tersebut.
Awal pekan ini, saingan Deloitte, Ernst & Young, mengatakan bahwa mereka memecat 5 persen tenaga kerja di cabang AS, kurang dari seminggu setelah keberatan dari unit tersebut menggagalkan rencana raksasa akuntansi global tersebut untuk memecah unit audit dan konsultannya.
“Bisnis kami di Amerika Serikat terus mengalami permintaan klien yang kuat. Seiring dengan pertumbuhan di beberapa praktik tertentu, kami mengambil tindakan-tindakan personalia yang moderat jika diperlukan,” kata Deloitte dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email kepada Reuters.
Beberapa perusahaan keuangan telah memangkas pekerjaan dalam beberapa bulan terakhir termasuk bank-bank besar di Wall Street, manajer aset, dan fintech di tengah gejolak ekonomi makro yang telah menekan konsumen dan menurunkan permintaan di beberapa unit bisnis andalan.
Deloitte adalah bagian dari firma akuntansi Big Four yang mencakup EY, KPMG dan PricewaterhouseCoopers.
Sumber : CNA/SL