Daya Tangkal Dan Disiplin Pengguna Jalan Sebagai Parameter

Pemerhati masalah transportasi dan hukum AKBP ( P ) Budiyanto SSOS.MH
Pemerhati masalah transportasi dan hukum AKBP ( P ) Budiyanto SSOS.MH

Jakarta|EGINDO.co  -Pemerhati Masalah Transportasi dan Hukum Budiyanto menjelaskan, Argumentasi efektivitas sistem E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) salah satunya adalah hasilnya lebih banyak dibandingkan dengan pelaksanaan tilang manual karena sistem E-TLE dapat bekerja selama 24 jam.

“Dalam masa transisi penilaian paramater dari aspek kuantitas masih dapat diterima atau relevan,”ujarnya.

Lanjut Budiyanto, namun dalam jangka menengah dan panjang para meter efektivitas E-TLE harus dirubah atau digeser dengan lebih berorientasi kepada masalah kualitas disiplin pengguna jalan dan impack yang ditimbulkan dari sistem tersebut dapat mempengaruhi atau membangun deterence efek maksimal dengan menurunnya angka pelanggaran dan terbangunnya kualitas disiplin pengguna jalan.

Ia katakan, ini sebuah proses yang wajib diimbangi komitmen yang kuat dari pemangku kepentingan di bidangnya, dan partisipasi aktif masyarakat untuk mewujudkannya.

Baca Juga :  AS Tambah 7 Entitas Terkait China Ke Daftar Kontrol Ekspor

Akselerasi percepatan pengadaan CCTV E-TLE pada ruas – ruas penggal jalan, menurut Budiyanto, perlu segera direalisasikan dengan diimbangi SDM yang mumpuni karena ada personil yang ditugaskan di Back Office yang bertugas menganalisa, memverifikasi data pelanggaran yang masuk dan mengkoneksikan dengan data ERI (Electronic Registrasi Dan Identification) sampai terbitnya surat tilang kepada pelanggar.

Apabila jumlah CCTV E-TLE sudah memadai dibandingkan dengan panjang jalan, dan didukung perangkat atau yang mengawasi SDM yang berkualitas secara perlahan akan membangun deterence efek yang kuat di jalan. “Mereka akan berpikir 2 ( dua ) kali untuk melanggar karena merasa diawasi oleh CCTV E- TLE,”tandasnya.

Di katakan Budiyanto, proses ini akan berjalan terus dan secara gradual akan merubah sikap dan perilaku pengguna jalan untuk biasa tidak melanggar, yang pada akhirnya akan terbangun budaya tertib berlalu lintas.

Baca Juga :  Pemasangan Alat Kendali Dan Pengguna Jalan Tidak Sembarangan

Sistem E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) kedepan, kata mantan Kasubdit Bin Gakkum Budiyanto, diharapkan mampu membangun kualitas disiplin berlalu lintas di jalan sebagai kontribusi terbesar agar kinerja lalu lintas dapat maksimal.

Ingat berbicara lalu lintas bukan hanya sekedar terjadinya perpindahan atau pergeseran orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain dengan sarana transportasi tapi memiliki dimensi yang lebih luas karena menyangkut urat nadi kehidupan, cermin budaya dan modernitas.

“Hakekatnya sistem E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) mampu mencerminkan budaya tertib berlalu lintas untuk mendukung seluruh aktivitas manusia dan kinerja lalu lintas dapat maksimal,”tutup Budiyanto.

@Sadarudin

Bagikan :