Data Inflasi AS Menurun, Rupiah Diperkirakan Menguat

Seorang pegawai tempat penukaran valas menghitung uang dollar lembaran uang dolar AS dan uang rupiah.
Seorang pegawai tempat penukaran valas menghitung uang dollar lembaran uang dolar AS dan uang rupiah.

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS awal pekan ini, akibat data inflasi Amerika Serikat (AS) menurun. Pergerakan ini melanjutkan penguatan akhir pekan kemarin, rupiah naik 0,08 persen ke posisi Rp16.252 per dolar AS.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi hasil data inflasi AS yang dirilis akhir pekan kemarin. Yaitu data inflasi indeks harga belanja personal inti (Core PCE Price Index).

“Data inflasi Amerika Serikat bisa menjadi pemicu penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini. Data Core PCE Price Index bulan April lebih rendah dari perkiraan,” kata Ariston dalam analisisnya, Senin (3/6/2024).

​Ia menjelaskan, data tersebut biasa menjadi indikator inflasi AS, selain data indeks harga konsumen dan indeks harga produsen. Data Core PCE Price Index pada April 2024, secara bulanan naik 0,2 persen, di bawah perkiraan 0,3 persen.

Baca Juga :  Dolar Menguat Di Tengah Perekonomian AS Yang Tangguh

Dari dalam negeri, tambahnya, data inflasi masih bisa memberikan sentimen positif ke rupiah. Asalkan, tingkat inflasi di kisaran target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus satu persen.

Selama ini, lanjutnya, inflasi Indonesia bisa dikatakan stabil. Perkembangan inflasi di bulan Mei 2024, akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.

“Potensi penguatan rupiah hari ini ke arah Rp16.200-Rp16.180. Sedangkan potensi resisten di level Rp16.280 per dolar AS,” ujar Ariston menutup analisisnya.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :