Darmin: Analisis PANS Maret Sektor Komoditas, Oil dan Poultry Berpeluang Cuan

Darmin, SE., MBA
Darmin, SE., MBA

Medan | EGINDO.com – PT Panin Sekuritas (PANS) menilai tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2 Maret 2026 berpotensi berlanjut seiring tertahannya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Di tengah tekanan tersebut, portofolio bulanan PANS Februari 2026 mampu mencatatkan kinerja positif dan mengungguli IHSG sebesar +6,0% (MoM). Secara year-to-date (YTD), kinerja PANS juga tercatat +10,8% berdasarkan geometric return.

Business Development PANS Cabang Medan, Darmin, S.E., MBA, mengatakan bahwa ekspektasi pelonggaran suku bunga The Fed semakin terkikis menyusul inflasi AS yang masih persisten di atas target serta pasar tenaga kerja yang relatif solid. Risalah FOMC Januari 2026 menunjukkan mayoritas anggota belum melihat urgensi untuk segera melonggarkan kebijakan moneter. Inflasi PCE Desember 2025 tercatat sebesar 2,9% YoY, di atas ekspektasi, sementara nonfarm payrolls meningkat 130 ribu pada Januari 2026.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 4,75% pada Februari 2026 dengan fokus menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Inflasi IHK berada di level 3,55% YoY pada Januari 2026 dan berpotensi tetap berada di atas batas atas target BI dalam jangka pendek akibat efek basis rendah. Di sisi lain, pasar SBN mengalami outflow pasca penurunan outlook oleh Moody’s, yang meningkatkan sensitivitas pasar terhadap risiko fiskal.

“Kami melihat Maret 2026 sebagai periode dengan premi risiko yang meningkat. Investor masih akan mencermati perkembangan tensi AS–Iran yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi,” ujar Darmin.

Sejalan dengan kondisi tersebut, PANS merekomendasikan sektor komoditas, oil-related, serta poultry untuk periode Maret 2026. Sektor komoditas dinilai prospektif, didukung oleh supply tightening dan meningkatnya geopolitical premium. Sektor IDXBASIC tercatat naik 10,4% MoM pada Februari 2026, didorong oleh penguatan harga emas, nikel, timah, dan batubara. Harga emas menguat seiring tingginya ketidakpastian global serta pembelian berkelanjutan oleh bank sentral dunia. Nikel dan batubara terdorong oleh pemangkasan RKAB yang memperketat suplai, sementara timah mendapat sentimen positif dari pengetatan pengawasan ekspor ilegal.

Sektor oil-related diperkirakan mendapat katalis dari potensi gangguan suplai akibat tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya risiko disrupsi jalur distribusi energi global. Adapun sektor poultry dinilai defensif dan berpotensi diuntungkan oleh peningkatan permintaan menjelang Ramadan.

Sebaliknya, PANS masih mencermati risiko tekanan pada saham-saham konglomerasi, khususnya yang memiliki free float di bawah 15% dan valuasi yang telah meningkat signifikan sejak 2023. Sektor properti juga diperkirakan masih menghadapi tantangan akibat pertumbuhan yang relatif terbatas serta meningkatnya risiko gagal bayar di tengah suku bunga konsumsi yang tinggi.

Untuk Maret 2026, PANS merekomendasikan saham EMAS, MDKA, RATU, AADI, HRTA, ELSA, dan JPFA sebagai pilihan utama berbasis strategi selektif pada sektor komoditas dan defensif. “Dalam kondisi pasar yang terfragmentasi dan premi risiko yang meningkat, strategi selektif berbasis komoditas dan sektor defensif menjadi kunci dalam menjaga kinerja portofolio,” kata Darmin menegaskan.@

Rin/timEGINDO.com

Scroll to Top