Oleh: Adinda Kisya Putri Ardiana
Mendampingi usaha mikro kecil dan menengah adalah satu hal, sementara mengantarkan mereka naik kelas adalah kisah tersendiri. Sebagaimana Eka Tjipta Foundation (ETF) coba melakukannya berupa memberikan para mitra binaannya panggung untuk menunjukkan capaian mereka lewat Tjipta UMKM Fair, Kamis, 3 September 2026. Selama dua hari, sebanyak 108 pelaku usaha memperkenalkan produk mereka sekaligus membangun jejaring berikut mencoba membuka pasar baru yang lebih luas lagi.
Diawali pertunjukan Tari Topeng Malangan, inisiatif ini mendapatkan tanggapan dari Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, yang saat hadir dalam pameran menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Menurutnya, pengembangan usaha kecil tidak semestinya buru-buru dilihat berdasarkan skala mereka, melainkan dipandang sebagai bagian dari kekuatan ekonomi yang lebih besar.
“Harapannya adalah kolaborasi menjadi kata kunci penting. Tidak ada lagi perbedaan apakah ini punya saya atau punya siapa, tetapi kita sama-sama memajukan ekonomi. Ekonomi kecil jangan dilihat sebagai sesuatu yang kecil, karena ketika kita membantu mereka, meskipun sedikit, hal itu dapat menjadi bagian dari ekonomi negara yang besar,” ujarnya.
Sementara Komisaris Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Heru Budi Hartono, mengharapkan inisiatif semacam ini dapat menjadi contoh bagi dunia usaha lainnya. “Semoga ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang lain, dan bisa menjadi contoh nyata di Jakarta ini,” katanya. Sebagai pengingat, bagi Veronica maupun Heru kehadiran mereka dalam Tjipta UMKM Fair bukanlah kali pertama karena di tahun sebelumnya keduanya juga sempat hadir.

Bagi yayasan, penyelenggaraan pameran disebut Ketua Umum ETF, Hong Tjhin merupakan bagian dari upaya mereka mempertemukan berbagai UMKM binaan berbagai pilar usaha Sinar Mas di dalam satu ruang. Hong Tjhin menyebut jumlah terkini UMKM binaan mencapai hampir 2.000 pelaku usaha. “Sebenarnya jumlahnya hampir 2.000, tetapi hari ini dikurasi hingga 108 dapat dibawa ke sini. Itu membutuhkan kolaborasi dan ke depan kami yakin pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan akan membawa dampak yang penting. Seperti moto kita, together we go far, fast towards infinite future,” ujar Hong.
Memasuki hari kedua, pada Jumat (4/9/2026), giliran Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang hadir ke pameran didampingi Board Member Sinar Mas Franky Oesman Widjaja. Dalam kunjungannya, Sherly tidak sekadar mengapresiasi produk kualitas produk yang ditampilkan, namun juga memboyong pelaku usaha kecil dari wilayah kerjanya untuk turut diperkenalkan dalam pameran. Setelah berkeliling, Sherly memberikan komentar, “Produknya baik, dan bukan hanya sekadar produk. Ada beberapa yang sudah go international, sudah ekspor hingga ke Paris dan Jepang. Semoga dari tahun ke tahun semakin banyak lagi yang naik kelas, dengan kualitas produk yang lebih bagus lagi,” ujarnya.
Kehadiran Sherly juga Veronica serta Heru sebelumnya, menjadi momentum untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan dan peningkatan nilai produk UMKM. Menanggapi gagasan tersebut, Franky menyebutkan bahwa pengembangan ide dan kualitas dapat menjadi bagian dari proses UMKM untuk naik kelas. “Tadi Ibu Sherly memberikan banyak ide dan bersedia menjadi kurator. Barang yang tadinya dijual Rp20.000, dengan tambahan ide dari Ibu, mungkin bisa dijual Rp200.000. Jadi, ini ide yang bagus sekali. Saya rasa penting untuk kita teruskan,” ujar Franky.
Dalam perhelatan sepanjang dua hari di Ground Floor Lobby Tower 3, Sinar Mas Land Plaza, Thamrin, Jakarta, yang menjadi penyelenggaraan kedelapan kalinya, ETF mencoba konsisten menjalani perannya memberikan para pelaku usaha kecil binaan berbagai pilar usaha Sinar Mas ruang untuk memperluas jejaring, memperkenalkan produknya, serta memperoleh perspektif baru untuk berkembang. Memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dan naik kelas.@
***