Dari Mengenang Bencana Longsor, Diberi Nama Kacang Sihobuk

Kacang Sihobuk
Kacang Sihobuk

Medan | EGINDO.co – Ketika EGINDO.co melakukan perjalanan dari Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menuju pantai barat Sumatera Utara, kota Sibolga, begitu melintasi kota Tarutung di daerah Silangkitang, di sisi kiri dan kanan jalan yang berliku-liku itu banyak penjual kacang Sihobuk. Mengapa tidak disebut kacang Tarutung atau kacang Silangkitang.

Hal itu ketika ditanyakan EGINDO.co kepada penjual kacang Sihobuk di Silangkitang itu mengatakan asal kacang yang dijualnya bukan dari daerah tersebut. Katanya kacang Sihobuk itu asalnya dari Sihobuk dan dijual di Silangkitan dan Tarutung serta daerah lain.

Banyak yang singgah membeli kacang Sihobuk itu, ada yang membeli dengan mencicipi ditempat penjual banyak juga yang dibawa pulang sebagai buah tangan. Kacang yang menjadi makanan khas dari daerah Silangkitang dan Tarutung adalah Kacang Sihobuk yang dimasak bersama kulitnya dengan cara dipanggang. Kacang itu memiliki karakter rasa yang kuat, berbeda dengan jenis kacang lainnya. Rasa khas dan gurih itu kata Boru Hutabarat penjual kacang Sihobuk itu tidak lepas dari proses pembuatannya.

Baca Juga :  LazisMu Sumut Terima Donasi Peduli Palestina

Katanya kacang pilihan direndam dalam air beberapa jam, lalu dijemur sejenak, kemudian setelah kering, digongseng dengan pasir sehingga suhu panasnya terjaga dan cita rasa kacang khas. Setelah digongseng beberapa jam, lalu dibungkus dan dijual.

Selanjutnya boru Hutabarat itu bercerita tentang sejarah Kacang Sihobuk. Katanya kacang Sihobuk berasal dari nama sebuah kampung yang dilanda bencana sehingga porak-poranda, luluh lantak dilanda bencana. Kacang Sihobuk itu sudah ada akhir 1970-an dimana para perajin kacang itu ada di Desa Sihobuk. Namun, tahun 1982 desa Sihobuk dilanda bencana, banjir dan longsor besar. Akibatnya banyak perajin kehilangan tempat tinggal dan pindah ke desa-desa lainya disekitar Kecamatan Taruntung.

Baca Juga :  Visa-Free Travel Singapura dan China selama 30 hari

Tersebarnya para pengrajin kacang dari desa Sihobuk itu kembali memasak kacang dan untuk mengenang kejadian bencana desa Sihobuk, masyarakat menyebutnya kacang dari daerah Sihobuk dan akhirnya disebut Kacang Sihobuk.

Kacang itu menjadi terkenal, kacang Sihobuk dan para pembuat Kacang Sihobuk tidak lagi hanya di Desa Sihobuk tetapi hampir semua daerah di Taruntung. Banyaknya peminat maka kacang dikemas dalam kemasan plastik dan diberi lebel Kacang Sihobuk. Berawal dari bencana alam melanda Desa Sihobuk, pengrajin pindah keberbagai desa dan kembali membuat kacang. Untuk mengenang desa tempat awal membuat kacang diberi nama Kacang Sihobuk.@

Bs/timEGINDO.co

Bagikan :