Jakarta | EGINDO.co – Dampak produksi batubara naik tahun 2021 bagi perusahaan tambang. Meningkatnya target produksi batubara memberikan dampak bervariasi bagi perusahaan jasa pertambangan.
Informasi yang dihimpun EGINDO.co seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakui, kenaikan target produksi batubara tidak memberikan dampak bagi perusahaan karena rencana produksi pihak klien tidak berubah.
Untuk gambaran, laporan UNTR yang dilansir Desember 2020, menyebutkan produksi batubara Pamapersada di tahun 2020 sebesar 114,6 juta ton dan overburden 825 juta bcm. Kemudian pada semester I 2021, PAMA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 15,4 triliun atau naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 3% dari 56,0 juta ton menjadi 57,6 juta ton, namun volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun sebesar 3% dari 421,0 juta bcm menjadi 409,1 juta bcm.
Sementara itu, Ahmad Zaki Natsir, Kepala Hubungan Investor PT Samindo Resources Tbk (MYOH) memaparkan, sebagian besar perusahaan batubara baru merevisi RKAB-nya di pertengahan tahun.
Sepanjang tahun 2021, MYOH prospek bisnis batubaranya yang sangat baik. Begitu juga dengan Regina Korompis, Head of Investor Relations PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), mengatakan kenaikan harga batubara akan memberikan dampak positif secara bertahap terhadap kinerja DOID di sepanjang tahun 2021.
Pada bulan Juni 2021 DOID mencatatkan kenaikan overburden dan volume produksi batubara. Perinciannya, overburden sebesar 19,6 juta bcm atau tumbuh 1% yoy dan produksi batubara 4,6 juta ton atau tumbuh 23% yoy. Adapun jika dibandingkan dengan Mei 2021, terjadi kenaikan overburden hingga 28% dan volume produksi sebesar 19%.@
Bs/TimEGINDO.co