Bengkulu|EGINDO.co BMKG Stasiun Meteorologi Bengkulu memperkirakan periode kemarau di wilayah Bengkulu akan berlangsung lebih lama dari biasanya. Kondisi ini dipicu oleh fenomena El Niño yang hingga kini masih bertahan dengan intensitas tinggi.
Kepala BMKG Bengkulu, Luhur Tri Uji Prayitno, menjelaskan bahwa indikator El Niño saat ini berada di angka +2,2. Besaran indeks tersebut menandakan bahwa anomali iklim ini masih sangat aktif, sehingga berdampak langsung pada tertundanya kedatangan musim penghujan.
“Karena El Niño masih kuat, awal musim hujan kita diprediksi bergeser sekitar tiga sampai empat dasarian dari rata-rata historisnya,” ujar Luhur pada Kamis (3/9/2026).
Jika merujuk pada pola iklim normal rentang tahun 1991–2010, wilayah Bengkulu umumnya mulai diguyur hujan pada penghujung September. Namun, dengan adanya pergeseran ini, BMKG mengestimasi musim basah baru akan menyapa Bengkulu pada dasarian ketiga bulan Oktober 2026.
Menanggapi masa kering yang lebih panjang ini, BMKG mengimbau warga serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di titik-titik yang rawan. Penyesuaian jadwal tanam di sektor pertanian juga disarankan guna mengantisipasi keterbatasan pasokan air. (Sn)