Cucu Eka Tjipta Widjaja, Jackson Wijaya Limantara Perannya Menonjol pada Pulp dan Kertas Global

Jackson Wijaya Limantara, pemilik Domtar Corporation (Foto: dok Domtar)
Jackson Wijaya Limantara, pemilik Domtar Corporation (Foto: dok Domtar)

Jakarta | EGIDO.com – Cucu Eka Tjipta Widjaja, Jackson Wijaya Limantara perannya menonjol pada sektor pulp dan kertas global yang kini mengelola bisnis kertas Sinarmas. Jackson Wijaya Limantara merupakan bagian dari generasi ketiga keluarga pendiri Grup Sinarmas.

Jackson Wijaya Limantara putra dari Teguh Ganda Widjaja (Oei Tjie Goan) pendiri konglomerasi Sinarmas dan menjadi suksesi di tubuh Group Sinarmas. Dengan latar belakang tersebut, perhatian publik semakin menguat setelah Teguh Ganda Wijaya secara resmi mengalihkan kepemilikan saham induk perusahaan kertas Sinarmas, PT APP Purinusa Ekapersada, kepada Jackson Wijaya Limantara. 

Adapun pengalihan kepemilikan dilakukan melalui skema hibah saham, bukan transaksi jual beli, sebagai bagian dari proses suksesi kepemilikan. Dalam struktur keluarga, Jackson Wijaya Limantara dikenal sebagai saudara dari Eric Oei, Linda Wijaya, dan Indah Suryasari Wijaya Limantara. Keempatnya merupakan generasi penerus yang memiliki keterkaitan langsung dengan bisnis keluarga, baik di dalam maupun di luar negeri.

Jackson Wijaya Limantara menempuh studi di University of Michigan, Amerika Serikat, dan meraih gelar sarjana serta magister di bidang teknik industri. Dia juga tercatat sebagai anggota Executive Board for Asia di The Wharton School, University of Pennsylvania. Ternyata generasi penerus bukan hanya melanjutkan bisnis keluarga, Jackson Wijaya Limantara membangun jalur kariernya sendiri lebih dulu.

Jackson Wijaya Limantara memulai kiprahnya di industri pulp dan kertas dengan mendirikan Paper Excellence Group di Kanada pada 2006, jauh sebelum menerima hibah saham dari ayahnya. Paper Excellence berkembang melalui strategi ekspansi agresif, terutama lewat akuisisi aset-aset pulp dan kertas di Kanada, Amerika Serikat, dan Prancis.

Perusahaan bertumbuh cepat dan kemudian melakukan rebranding menjadi Domtar pada tahun 2024, sebagai bagian dari konsolidasi bisnis dan penguatan identitas global. Dalam kepemimpinan Jackson, Domtar kini mengelola lebih dari 60 fasilitas operasional dengan sekitar 14.000 karyawan. Pertumbuhannya didukung akuisisi strategis, termasuk Domtar Corporation pada 2021 dan Resolute Forest Products pada 2023. Bila digabungkan dengan entitas afiliasi Fibre Excellence dan Paper Excellence Brazil, total estimasi pendapatan tahunan group mencapai sekitar US$10 miliar atau setara dengan sekitar Rp157 triliun.

Penerimaan hibah saham PT APP Purinusa Ekapersada menandai keterlibatannya secara langsung dalam struktur kepemilikan inti bisnis pulp dan kertas Sinarmas. Selain aspek bisnis, Jackson juga dikenal menaruh perhatian pada isu sosial dan keberlanjutan. Paper Excellence telah menyalurkan investasi hampir US$5 miliar atau setara dengan sekitar Rp78,5 triliun, untuk pendidikan, pengembangan komunitas, dan bantuan kemanusiaan. Selain itu yang paling menonjol adalah hibah 1.450 kilometer persegi hutan boreal pada 2022 kepada Nature Conservancy of Canada, sebagai bagian dari komitmen konservasi jangka panjang.@

Bs/dm/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top