Denpasar|EGINDO.co PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi memperketat pengawasan operasional dan menyiagakan armada tambahan di jalur penyeberangan Selat Bali. Langkah taktis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume pergerakan masyarakat menjelang masa libur panjang Iduladha di rute Ketapang–Gilimanuk.
Manajemen ASDP menegaskan bahwa dinamika cuaca di kawasan Selat Bali belakangan ini menuntut kewaspadaan tinggi. Kendati faktor alam tersebut berpotensi memicu antrean kendaraan, otoritas penyeberangan berkomitmen melakukan penanganan cepat di lapangan agar mobilitas logistik dan penumpang tetap bergulir lancar.
Melansir laporan dari Antara, strategi penguraian kepadatan dilakukan melalui optimalisasi manajemen lalu lintas di sekitar pelabuhan. ASDP telah memperluas area kantong parkir (buffer zone) serta menerjunkan personel tambahan untuk mempercepat proses bongkar muat kapal.
Di sisi lain, Direksi ASDP mengimbau agar calon penumpang tidak melakukan perjalanan secara spekulatif. Masyarakat diminta menyusun rencana perjalanan sejak jauh hari dan wajib mengantongi tiket digital secara mandiri sebelum tiba di pelabuhan.
“Kami sangat mengerti bahwa bertambahnya durasi tunggu di pelabuhan memicu ketidaknyamanan bagi para pengguna jasa. Namun, di tengah situasi cuaca yang fluktuatif ini, seluruh lini pelayanan wajib mengedepankan aspek kehati-hatian. Aspek keselamatan bersifat mutlak dan tetap menjadi kiblat utama dari seluruh aktivitas penyeberangan,” ungkap perwakilan manajemen ASDP dalam siaran pers resminya, Selasa (26/5/2026).
Dikutip dari Kompas.com, koordinasi lintas sektor juga terus dimatangkan bersama Korlantas Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan sistem buka-tutup pelabuhan dapat berjalan responsif jika sewaktu-waktu gelombang tinggi atau angin kencang melanda jalur penghubung Pulau Jawa dan Bali tersebut.
Hingga pekan ini, sistem pembelian tiket daring melalui platform Ferizy terus dipantau guna mencegah terjadinya kelangkaan kuota penyeberangan pada hari-H perayaan. (Sn)