Cuaca Hujan Guyur DKI Jakarta, Aktivitas Ekonomi Akhir Pekan Berpotensi Melambat

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Prakiraan cuaca di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada Jumat hingga Minggu, 20–22 Februari 2026, menunjukkan dominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan disertai petir di sejumlah wilayah. Kondisi ini diperkirakan turut memengaruhi mobilitas masyarakat serta dinamika aktivitas ekonomi ibu kota pada akhir pekan.

Berdasarkan data prakiraan, hujan sedang akan mengguyur sejumlah wilayah pada Jumat (20/2/2026), terutama di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Suhu udara berada di kisaran 26–29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan relatif tinggi, antara 68–87 persen. Sementara itu, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu relatif serupa dan kelembapan mencapai 92 persen.

Memasuki Sabtu (21/2/2026), intensitas hujan cenderung meningkat dan meluas. Hujan sedang diprakirakan terjadi di hampir seluruh wilayah kota administratif, dengan kelembapan udara menyentuh 94–95 persen. Kondisi ini berpotensi memperlambat arus distribusi barang, terutama pada sektor logistik perkotaan dan perdagangan ritel yang bergantung pada kelancaran mobilitas darat.

Adapun pada Minggu (22/2/2026), hujan ringan masih mendominasi sebagian besar wilayah, kecuali Jakarta Utara yang diperkirakan mengalami hujan disertai petir. Suhu udara relatif stabil pada rentang 23–29 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 96 persen. Sementara itu, wilayah Administrasi Kepulauan Seribu mengalami cuaca bervariasi dari petir pada Jumat, hujan ringan pada Sabtu, hingga berawan pada Minggu.

Secara ekonomi, curah hujan yang tinggi berpotensi menekan aktivitas sektor informal, khususnya pedagang kaki lima, transportasi berbasis daring, serta sektor pariwisata perkotaan. Di sisi lain, pusat perbelanjaan modern dan layanan berbasis digital berpeluang mengalami peningkatan transaksi, seiring pergeseran preferensi masyarakat terhadap aktivitas dalam ruangan dan belanja daring.

Dari perspektif makro, cuaca ekstrem yang berulang dapat berdampak pada produktivitas harian dan efisiensi distribusi. Namun demikian, dampak tersebut umumnya bersifat sementara dan bergantung pada tingkat kesiapan infrastruktur drainase serta manajemen lalu lintas kota.

Pelaku usaha diimbau untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional dengan melakukan penyesuaian jadwal distribusi serta memperkuat kanal penjualan digital. Sementara masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi genangan dan kemacetan, khususnya pada jam sibuk akhir pekan.

Dengan pola cuaca yang cenderung basah, stabilitas aktivitas ekonomi DKI Jakarta pada akhir pekan ini akan sangat ditentukan oleh kelancaran mobilitas dan respons adaptif dunia usaha terhadap dinamika cuaca. (Sn)

Scroll to Top