Cuaca Ekstrem Tekan Kinerja Transportasi Udara, Penerbangan di Soekarno-Hatta Alami Keterlambatan Signifikan

ilustrasi
ilustrasi

Jakarrta|EGINDO.co Cuaca ekstrem kembali memberikan tekanan terhadap sektor transportasi udara nasional. Gangguan cuaca dilaporkan mengacaukan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, serta sejumlah bandara lain di berbagai wilayah Indonesia yang turut terdampak.

Berdasarkan data Flightradar, pada Senin petang, rata-rata keterlambatan kedatangan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 90 menit atau sekitar 1,5 jam. Tingkat gangguan operasional tersebut tercermin dari disruption index di level 5,0, yang menandakan gangguan penerbangan berada pada kategori menengah hingga tinggi.

Kondisi cuaca yang tidak kondusif, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan jarak pandang terbatas, memaksa maskapai melakukan penyesuaian operasional, mulai dari penundaan keberangkatan, pengalihan rute, hingga penjadwalan ulang penerbangan. Situasi ini berdampak langsung pada kelancaran mobilitas penumpang serta distribusi logistik udara.

Dari sisi ekonomi, gangguan penerbangan berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap sektor-sektor terkait, termasuk pariwisata, perdagangan, dan jasa logistik. Keterlambatan jadwal penerbangan dapat meningkatkan biaya operasional maskapai, menurunkan produktivitas, serta memengaruhi kepastian waktu pengiriman barang bernilai tinggi yang mengandalkan moda transportasi udara.

Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta sebagai hub utama penerbangan nasional memiliki peran strategis dalam konektivitas ekonomi antardaerah. Gangguan operasional di bandara ini berpotensi berdampak lebih luas terhadap arus perjalanan bisnis dan aktivitas ekonomi nasional.

Ke depan, pelaku industri penerbangan diharapkan memperkuat manajemen risiko dan mitigasi cuaca ekstrem, seiring meningkatnya intensitas anomali cuaca. Sementara itu, penumpang dan pelaku usaha diimbau untuk terus memantau informasi penerbangan dan mempersiapkan alternatif perjalanan guna meminimalkan dampak gangguan operasional. (Sn)

Scroll to Top