Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika/BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi DKI Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama periode Jumat hingga Minggu, 6–8 Maret 2026. Kondisi cuaca tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, terutama di sektor transportasi, perdagangan, dan jasa.
Pada Jumat (6/3/2026), hujan ringan diprediksi terjadi di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara dengan suhu berkisar antara 24–29 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 72–89 persen. Sementara itu, wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dengan suhu udara antara 24–30 derajat Celsius serta kelembapan sekitar 71–90 persen. Adapun Jakarta Timur diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 24–30 derajat Celsius.
Kondisi serupa berlanjut pada Sabtu (7/3/2026). Hujan ringan diprakirakan terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara dengan suhu relatif lebih rendah, berkisar 23–25 derajat Celsius serta tingkat kelembapan yang cukup tinggi mencapai 90–95 persen. Sementara itu, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur berpotensi diguyur hujan sedang dengan suhu sekitar 23–25 derajat Celsius dan kelembapan hingga 97 persen.
Memasuki Minggu (8/3/2026), sebagian wilayah Jakarta diperkirakan mulai mengalami perbaikan cuaca. Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diprediksi berada dalam kondisi berawan dengan suhu antara 24–28 derajat Celsius. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur dengan suhu berkisar 23–29 derajat Celsius.
Di wilayah Kepulauan Seribu, hujan ringan diperkirakan terjadi sepanjang tiga hari tersebut dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan antara 79–87 persen.
Secara ekonomi, kondisi cuaca basah ini dapat berdampak pada aktivitas logistik, distribusi barang, serta operasional sektor informal seperti perdagangan kaki lima dan transportasi daring. Selain itu, meningkatnya curah hujan juga berpotensi memperlambat arus lalu lintas di pusat bisnis Jakarta sehingga memengaruhi efisiensi waktu perjalanan pekerja dan distribusi komoditas.
Pelaku usaha dan masyarakat diimbau untuk menyesuaikan jadwal aktivitas serta mengantisipasi potensi gangguan cuaca guna meminimalkan dampak terhadap kegiatan ekonomi selama akhir pekan. (Sn)