Jakarta|EGINDO.co Aktivitas perekonomian di Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 24 Februari, diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca yang relatif kondusif. Seluruh wilayah administrasi ibu kota dilaporkan berada dalam situasi berawan dengan suhu yang stabil di kisaran pertengahan hingga akhir 20 derajat Celsius serta tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
Di wilayah Kepulauan Seribu, suhu diproyeksikan bergerak antara 27–28°C dengan kelembapan 71–83 persen. Kondisi ini dinilai mendukung aktivitas sektor pariwisata bahari dan perikanan, meskipun pelaku usaha tetap perlu mengantisipasi perubahan cuaca laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sementara itu, kawasan pusat bisnis di Jakarta Pusat diperkirakan mengalami suhu 26–29°C dan kelembapan 67–86 persen. Cuaca berawan tanpa indikasi ekstrem memberi ruang bagi kelancaran mobilitas pekerja, distribusi logistik, serta kegiatan perdagangan dan jasa keuangan.
Wilayah pesisir seperti Jakarta Utara juga berada pada rentang suhu 26–29°C dengan kelembapan 68–85 persen. Stabilitas atmosfer ini berpotensi menjaga ritme aktivitas pelabuhan dan kawasan industri di sekitarnya.
Adapun Jakarta Barat diperkirakan mencatat suhu 26–29°C dan kelembapan 67–87 persen. Dengan kondisi tersebut, sentra perdagangan grosir maupun ritel modern berpeluang beroperasi secara normal tanpa gangguan cuaca berarti.
Di kawasan hunian dan perkantoran Jakarta Selatan, suhu berada pada kisaran 25–29°C dengan tingkat kelembapan 66–87 persen. Cuaca berawan cenderung menjaga kenyamanan aktivitas ekonomi kreatif, kuliner, serta layanan profesional yang tumbuh pesat di area ini.
Hal serupa terjadi di Jakarta Timur, dengan prakiraan suhu 25–29°C dan kelembapan 67–87 persen. Stabilitas cuaca mendukung kegiatan manufaktur ringan dan distribusi barang yang banyak beroperasi di koridor industri wilayah timur ibu kota.
Secara keseluruhan, atmosfer berawan dengan suhu yang relatif moderat memberi sinyal positif bagi kesinambungan aktivitas ekonomi Jakarta hari ini. Meski demikian, pelaku usaha tetap disarankan memperhatikan pembaruan informasi cuaca untuk mengantisipasi potensi perubahan yang dapat memengaruhi produktivitas dan mobilitas. (Sn)