Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan sebagian besar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan diguyur hujan pada Senin, 6 April 2026. Intensitas hujan diperkirakan bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang, dengan potensi hujan petir di sejumlah titik.
Kondisi cuaca ini dinilai dapat memengaruhi aktivitas ekonomi harian, terutama sektor transportasi, perdagangan ritel, dan jasa. Hujan ringan yang mendominasi wilayah DKI Jakarta—meliputi Jakarta Pusat, Barat, Selatan, dan Timur—berpotensi memperlambat mobilitas masyarakat, meski dampaknya relatif terbatas. Suhu udara di kawasan ini diperkirakan berada di kisaran 25–30°C dengan tingkat kelembapan tinggi.
Sementara itu, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu cenderung berawan, yang memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi kelautan dan distribusi logistik untuk tetap berjalan lebih stabil dibanding wilayah lain yang diguyur hujan.
Di daerah penyangga, intensitas hujan yang lebih tinggi berpotensi memberi dampak lebih signifikan. Bogor dan Kota Bogor diperkirakan mengalami hujan sedang, sedangkan Bekasi berpeluang diguyur hujan disertai petir. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko keterlambatan distribusi barang serta gangguan operasional di sektor industri dan pergudangan.
Adapun Depok serta wilayah Tangerang Raya diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu relatif hangat hingga 32°C. Meski tidak ekstrem, kelembapan tinggi tetap berpotensi memengaruhi produktivitas sektor informal dan aktivitas luar ruang.
Secara keseluruhan, dominasi cuaca basah di Jabodetabek hari ini mencerminkan perlunya antisipasi dari pelaku usaha dan masyarakat. Risiko genangan, kemacetan, hingga gangguan distribusi menjadi faktor yang perlu diperhatikan guna menjaga stabilitas aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan perkotaan padat. (Sn)