Jakarta | Egindo.co CrowdStrike Falcon baru-baru ini menghadapi masalah serius saat pembaruan terbaru pada platform keamanan utamanya, Falcon, berinteraksi dengan sistem operasi Windows, menyebabkan kesalahan sistem yang fatal. Masalah ini dikenal sebagai “Blue Screen of Death (BSoD)” atau layar biru kematian, di mana Windows akan menampilkan layar biru dengan pesan error dan berhenti beroperasi. Setelah Windows di restart, jika penyebab BSoD belum diselesaikan, maka sewaktu-waktu Windows akan kembali mengalami “crash” atau berhenti beroperasi. Kesalahan ini bermula dari sebuah file channel yang diperbarui yang mengandung kesalahan, menyebabkan gangguan serius pada komputer yang terdampak.
CrowdStrike Falcon adalah platform keamanan siber terpadu yang menggabungkan perlindungan endpoint dan analisis ancaman dalam satu sistem berbasis cloud. Menggunakan teknologi AI, platform ini secara efektif mendeteksi dan menghalau ancaman dalam waktu nyata, sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional keamanan.
Gangguan yang disebabkan oleh pembaruan software CrowdStrike Falcon telah menimbulkan kerugian signifikan di beberapa sektor penting. Sistem pengadilan di beberapa negara bagian Amerika Serikat, termasuk Pennsylvania dan Maryland, terpaksa menunda proses peradilan karena gangguan pada sistem online mereka. Di sektor penerbangan, banyak penerbangan yang harus di-grounded, menyebabkan keterlambatan dan kerugian bagi penumpang serta operasional maskapai. Fasilitas kesehatan mengalami kendala dalam mengakses sistem informasi medis, yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada pasien. Selain itu, sejumlah perusahaan media juga mengalami gangguan, yang dapat mempengaruhi distribusi informasi dan berita kepada publik. Upaya pemulihan sedang dilakukan oleh CrowdStrike untuk meminimalisir dampak dari gangguan ini dan mengembalikan layanan seperti semula.
Kegagalan sistem ini membuat komputer yang terpengaruh mengalami kegagalan sistem dan memulai ulang secara mendadak (restart dengan sendirinya). CEO CrowdStrike, George Kurtz, menyatakan permintaan maaf atas insiden ini dan menegaskan bahwa masalah tersebut bukan akibat serangan siber, melainkan kesalahan internal yang sudah diidentifikasi dan diatasi. Perusahaan telah berhasil mengisolasi masalah dan menerapkan solusi dengan mengembalikan file yang bermasalah ke versi sebelumnya yang lebih stabil, dalam upaya untuk meminimalisir insiden blue screen dan memulihkan sistem yang terdampak.
Selain itu, terjadi juga gangguan pada layanan cloud Azure milik Microsoft, yang dinyatakan oleh kedua perusahaan sebagai kejadian yang tidak berkaitan dengan masalah di CrowdStrike Falcon. Meskipun kedua masalah itu telah diatasi dan layanan telah dikembalikan, Kurtz mencatat bahwa mungkin diperlukan waktu untuk sistem sepenuhnya pulih dari gangguan yang terjadi. Perusahaan telah berkomitmen untuk terus memperbarui komunitas dan industri tentang perkembangan terkini melalui blog dan saluran komunikasi resminya, memastikan bahwa pelanggan mendapatkan dukungan penuh selama periode pemulihan ini.
AW