Yogyakarta | EGINDO.com – Dalam rangka memperkuat ketahanan organisasi secara menyeluruh, Asia Pulp and Paper (APP) Group menyelenggarakan Crisis Management Workshop 2025 pada 6 hingga 10 Juli 2025 di Yogyakarta. Kegiatan itu diikuti oleh para manajer dan supervisor dari unit usaha mills dan forestry, sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan pemahaman lintas fungsi terhadap pentingnya manajemen krisis dalam kerangka manajemen risiko yang terintegrasi di seluruh lini operasional.
Dalam siaran pers APP Group yang dilansir EGINDO.com menyebutkan Workshop sekaligus menjadi wadah kolaboratif bagi peserta dari berbagai unit untuk berbagi perspektif, meningkatkan kesadaran, dan membangun respons terpadu terhadap potensi krisis. Mark Christopher Sharp, Chief of Corporate Resilience Division APP Group, menekankan, “Saya meyakini kegiatan ini sangat penting karena mempertemukan seluruh entitas dari mills dan forestry dalam satu forum. Dari sinilah, kita dapat memahami peran manajemen krisis dalam konteks manajemen risiko yang lebih luas,” katanya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pulp dan kertas dengan ekosistem bisnis yang dinamis dan penuh tantangan, APP Group menyadari bahwa ketangguhan dalam merespons krisis merupakan salah satu fondasi utama keberlanjutan operasional. Melalui Corporate Resilience Division dan tim insurance, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan organisasi terhadap berbagai skenario krisis yang mungkin terjadi.
Kegiatan itu turut menghadirkan pelatih profesional dari SGS Academy, yang membawakan materi komprehensif mulai dari identifikasi risiko, langkah antisipatif, hingga penanganan krisis secara efektif. Chang-Tee, perwakilan dari tim insurance, menyampaikan, “Kegiatan ini menjadi titik awal yang kuat dalam memperkuat pendekatan manajemen risiko kami. Dengan dukungan pelatih yang kompeten, workshop ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan krisis yang efektif,” ujarnya.
Merujuk pada standar internasional ISO, workshop mengedepankan pendekatan yang strategis dan adaptif. Peserta dibekali dengan keterampilan praktis untuk menghadapi situasi abnormal yang berpotensi mengganggu kelangsungan bisnis, dengan fokus pada strategi komunikasi krisis, kepemimpinan dalam kondisi darurat, serta pengambilan keputusan yang cepat dan terarah. Interaksi aktif dan antusiasme peserta selama sesi pelatihan serta studi kasus menjadi cerminan tingginya komitmen terhadap penguatan ketahanan organisasi.
Dalam sesi pemaparan, Rizky Anggito, Head Resilience Mill APP Group, menjelaskan bahwa kebijakan manajemen krisis yang diterapkan APP Group merupakan kerangka utama yang mencakup risk management policy, crisis management procedure, dan business continuity plan. Untuk mendukung implementasi kebijakan ini, APP Group akan membentuk Group Risk Management Committee (GRMC) di tingkat pusat dan Asset Risk Management Committee (ARMC) di masing-masing unit mills, guna memastikan pengelolaan risiko berjalan secara sistematis dan terkoordinasi.
Robinson, Manager Health & Safety dari PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) – Perawang Mill, menambahkan, “Workshop ini memberikan wawasan baru bahwa dalam kondisi krisis, struktur dan tanggung jawab setiap divisi harus sudah dipahami dengan jelas agar respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.
Penyelenggaraan Crisis Management Workshop 2025 menjadi fondasi penting dalam membangun budaya ketahanan yang terintegrasi di seluruh unit usaha APP Group. Dengan kesiapan yang semakin matang, APP Group terus memperkuat komitmennya untuk menjaga keberlangsungan operasional, mengurangi potensi risiko kerugian, serta mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai dinamika global ke depan.@
Rel/fd/timEGINDO.com