Covid-19 Di Kelurahan Cilangkap, Naik Sejak H+6 Lebaran

Ilustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19

Jakarta | EGINDO.com      – Kelurahan Cilangkap di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menjadi zona merah Covid-19 setelah muncul klaster lebaran.

Sebanyak 104 warga RT 03 RW 03 Kelurahan Cilangkap dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan tes swab PCR. Awal mula terbentuknya klaster penularan Covid-19 itu adalah warga yang mengadakan pertemuan bersama saat Lebaran 2021.

Padahal, tidak banyak warga di RT 03 yang mudik. Baca juga: Akibat Klaster Lebaran, Cilangkap Jadi Kelurahan Tertinggi Kasus Covid-19 Aktif di Jakarta Warga yang dinyatakan positif Covid-19 langsung menjalani isolasi mandiri guna mencegah meluasnya penularan virus corona.

Kini, Kelurahan Cilangkap menjadi kelurahan dengan kasus Covid-19 aktif tertinggi di DKI Jakarta. Tercatat 153 kasus Covid-19 aktif di Kelurahan Cilangkap.

Berdasarkan paparan data laman corona.jakarta.go.id, lonjakan kasus Covid-19 harian di Kelurahan Cilangkap mulai muncul sejak 19 Mei 2021 atau H+6 lebaran.

Lonjakan kasus harian tercatat pada 23 Mei 2021 atau H+10 lebaran yakni bertambah 31 kasus. Padahal sebelum Lebaran 2021, rata-rata kasus harian Covid-19 di Kelurahan Cilangkap hanya 3 kasus. Pasca lebaran, rata-rata kasus harian Covid-19 di Kelurahan Cilangkap naik menjadi 7 kasus.

Berikut data kasus akumulatif dan penambahan kasus harian Covid-19 di Kelurahan Cilangkap:

6 Mei 1.289

7 Mei 1.293 (+4)

8 Mei 1.298 (+6)

9 Mei 1.299 (+1)

10 Mei 1.303 (+4)

11 Mei 1.305 (+2)

12 Mei 1.307 (+2)

13 Mei 1.313 (+6)

14 Mei 1.316 (+3)

15 Mei 1.317 (+1)

16 Mei 1.317 (0)

17 Mei 1.318 (+1)

18 Mei 1.318 (0)

19 Mei 1.341 (+23)

20 Mei 1.351 (+10)

21 Mei 1.355 (+4)

22 Mei 1.377 (+22)

23 Mei 1.408 (+31)

24 Mei 1.432 (+24)

25 Mei 1.434 (+2)

26 Mei 1.435 (+1)

27 Mei 1.449 (+6)

Saat ini, mini lockdown diterapkan di RT 03 di Kelurahan Cilangkap sejak 19 Mei 2021 hingga 14 hari ke depan.

Fasilitas umum, seperti masjid dan mushala, ditutup. Warga dilarang meninggalkan rumah, kecuali untuk kepentingan darurat.

Aktivitas warga dan usaha hanya dibatasi sampai pukul 21.00 WIB. Pemilik usaha sektor tidak strategis untuk sementara diimbau tidak buka.

Sumber: Kompas.com/Sn