Cluster Covid-19 Besar,100 Lebih Kasus Diidentifikasi Di IMH

Institute of Mental Health (IMH) - Singapura
Institute of Mental Health (IMH) - Singapura

Singapura | EGINDO.co – Cluster COVID-19 dari 116 kasus telah muncul di Kasus COVID-19 terdiri dari 108 pasien rawat inap dan delapan staf dari rawat inap dan rawat jalan, kata IMH Senin malam (25 Oktober) malam, setelah diidentifikasi sebagai cluster besar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kasus rawat inap sebagian besar berasal dari tiga blok – Blok 4, 5 dan 6. Sebagian besar kasus COVID-19 di cluster adalah pasien rawat inap lama.

MH mengatakan bahwa infeksi terdeteksi dari tes pengawasan untuk pasien, atau diambil karena mereka mengalami gejala pernapasan selama mereka tinggal.

“Pasien COVID-19 dipisahkan dan dirawat di bangsal khusus di IMH,” kata pernyataan media IMH.

“Sebagian besar pasien ini tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan yang tidak perlu dipindahkan ke rumah sakit akut. Jika kondisinya memburuk, mereka akan dipindahkan ke rumah sakit akut jika perlu.”

Masuk ke bangsal yang terkena dampak telah ditangguhkan, sementara pasien yang layak untuk dipulangkan dapat melakukannya setelah mereka dites negatif untuk COVID-19.

“Terlepas dari kasus COVID-19, IMH akan terus memberikan perawatan psikiatri yang baik sambil memastikan keselamatan pasien kami,” kata IMH.

Ia menambahkan bahwa bangsal dan layanan klinis lainnya, seperti klinik spesialis rawat jalan, tidak terpengaruh dan akan terus menerima dan melihat pasien.

TINDAKAN COVID-19 DI IMH

IMH mengatakan bahwa “langkah-langkah pengawasan dan pengendalian infeksi yang ketat” untuk pengunjung, pasien, dan staf telah dilakukan sejak awal pandemi COVID-19.

Langkah-langkah ini disesuaikan dengan situasi yang berlaku di masyarakat, dan mematuhi pedoman yang dikeluarkan oleh Depkes, tambah pernyataan media tersebut.

Anggota staf yang berinteraksi dengan pasien menjalani tes rutin dan memakai masker N95 di area klinis.

Baca Juga :  Kemenparekraf Gelar Konferensi Internasional Danau Toba

Mereka secara teratur diingatkan untuk tidak datang bekerja jika mereka tidak sehat, dan segera mencari nasihat medis.

“Pasien rawat inap diberikan tes swab sebelum masuk, dan selama mereka tinggal di IMH. Mereka juga diberikan masker untuk dipakai selama mereka tinggal. Staf memeriksa suhu pasien dua kali sehari dan setiap pasien dengan gejala sakit segera diisolasi,” kata IMH.

Rumah sakit juga telah menawarkan vaksinasi untuk semua pasien rawat inap akut dan jangka panjang, serta pasien rawat jalan.

Hingga saat ini, lebih dari 90 persen pasien jangka panjangnya telah divaksinasi.

Suntikan booster untuk pasien jangka panjang juga sedang dilakukan. IMH sebelumnya telah dinyatakan sebagai cluster COVID-19 pada 30 Agustus 2021.

Cluster tersebut muncul di dua bangsal yang berdekatan, dan melibatkan seorang perawat yang bekerja di kedua bangsal tersebut.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :