Ciherang Pondok Desa Terbaik PHBS Berada Sekitar Pabrik AQUA

Pembangunan sarana air bersih di Desa Ciherang Pondok
Pembangunan sarana air bersih di Desa Ciherang Pondok

Jakarta | EGINDO.co – Ada sebuah desa di Kabupaten Bogor yang berhasil menorehkan prestasi gemilang jelang akhir tahun 2023 lalu yaitu Desa Ciherang Pondok. Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang bertetangga langsung dengan Pabrik AQUA Ciherang ini berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Terbaik dalam Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) se-Provinsi Jawa Barat.

Dalam siaran pers AQUA yang dilansir EGINDO.co menyebutkan pelaksanaan PHBS di Desa Ciherang Pondok  diterapkan mulai dari keluarga, lingkungan RT/RW, dusun, dan  desa yang dikembangkan sebagai Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana.

Kepala Desa Ciherang Pondok H Aldi Wiharsa mengatakan yang membedakan desa Ciherang Pondok dari desa-desa lain di Jawa Barat dalam pelaksanaan program PHBS adalah adanya inovasi pemenuhan kebutuhan air bersih dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Program ini terwujud berkat kerja sama antara pihak Kecamatan Caringin dan Desa Ciherang Pondok dengan Pabrik AQUA Ciherang yang memberikan fasilitas sumur bor dan pipanisasi saluran air bersih ke setiap rumah warga dan fasilitas umum untuk dimanfaatkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.

Baca Juga :  Sinar Mas Land Raih 7 PropertyGuru Asia Awards 2023 ke-18

Stakeholder Relations Manager Pabrik AQUA Ciherang Heri Yunarso, mengatakan hingga saat ini Pabrik AQUA Ciherang telah memfasilitasi pembangunan 8 titik sarana air bersih di Desa Ciherang Pondok yang telah memberikan manfaat pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari untuk 4000 orang.

Ditambahkan Heri Yunarso, sarana air bersih itu saat ini dikelola langsung oleh masyarakat, mulai dari penyaluran air ke rumah warga, pengumpulan iuran, dan perawatan hingga perbaikan sarana yang ada. Semua dikelola oleh kelompok masyarakat secara mandiri. Selain itu di Ciherang Pondok juga dikembangkan Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Di kampung ramah lingkungan ini dikembangkan pembuatan lubang-lubang biopori untuk membantu penyerapan air ke dalam tanah sekaligus mengurangi genangan air di kala hujan, pembuatan jamban sehat di setiap rumah, sehingga tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan, dan penataan saluran air limbah keluarga melalui pipanisasi yang disalurkan melalui satu saluran dan air limbahnya digunakan oleh KRL sebagai sumber air tanaman dan dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Baca Juga :  AS Tingkatkan Hubungan Vietnam,Risiko Timbulkan Amarah China

Para ibu di Desa Ciherang Pondok pun tidak tinggal diam. Mereka memanfaatkan halaman rumah masing-masing untuk menanam sayuran dan pohon buah. “Melalui Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Desa Ciherang Pondok menyediakan bibit cabe rawit dan bawang bakung yang dibagikan kepada warga untuk ditanam di pekarangan, selain tanaman sayuran dan buah yang sudah dimiliki warga. Sementara untuk kebutuhan pupuk tanaman disediakan oleh Bank sampah berupa pupuk kompos,” kata Ketua TP-PKK Novi Fariana Wiharsa.

Katanya selain menjadikan  halaman rumah menjadi lebih indah dan asri tentu saja memberikan manfaat dalam memenuhi asupan gizi keluarga melalui konsumsi sayuran dan buah buahan. Kegiatan istimewa lain di Ciherang Pondok adalah pemilahan sampah. “Warga di Ciherang Pondok dilatih dan dibiasakan memilah sampah organik dan non-organik. Sampah organik kemudian diolah lagi dengan menggunakan maggot (larva lalat) yang kemudian diolah lagi menjadi pakan ikan,” jelas Aldi Wiharsa. “Untuk sampah non-organik diangkut dari rumah warga dengan menggunakan bentor (becak motor) dan dibawa ke bank sampah,” tambah Aldi.@

Baca Juga :  Pekerja Anak Membengkak Pertama Kalinya Dalam Dua Dekade

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :