China Terbit Utang Negara US$137 Miliar Dukung Perekonomian

Beijing - China
Beijing - China

Beijing | EGINDO.co – Badan tertinggi parlemen Tiongkok telah menyetujui penerbitan obligasi negara senilai 1 triliun yuan (US$137 miliar) dan mengesahkan rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah daerah memenuhi sebagian kuota obligasi tahun 2024 mereka, kata media pemerintah pada Selasa (24 Oktober), dalam sebuah langkah untuk mendukung perekonomian.

Dana yang diperoleh dari obligasi negara baru ini akan mendukung pembangunan kembali daerah-daerah yang terkena bencana di negara tersebut dan meningkatkan infrastruktur pencegahan drainase perkotaan untuk meningkatkan kemampuan Tiongkok dalam menahan bencana alam, kata kantor berita negara Xinhua.

Hal ini akan memperluas defisit anggaran negara pada tahun 2023 menjadi sekitar 3,8 persen dari produk domestik bruto dari yang sebelumnya ditetapkan sebesar 3 persen, kata Xinhua.

Baca Juga :  Indah Kiat Lunasi Obligasi Tahap II 2020 Pada 15 September

Reuters melaporkan pada hari Senin bahwa parlemen Tiongkok akan menyetujui lebih dari 1 triliun yuan penerbitan utang negara tambahan, mengutip sumber.

Persetujuan RUU tersebut oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) terjadi setelah mereka menyelesaikan pertemuan lima hari.

“Dukungan fiskal tambahan yang disetujui hari ini adalah intervensi yang kami harapkan dan diperlukan untuk mencegah pengetatan fiskal mendadak di Tiongkok pada minggu-minggu terakhir tahun ini,” kata Mark Williams, kepala ekonom Asia di Capital Economics.

“Kebijakan fiskal telah menjadi penopang pertumbuhan di Tiongkok selama beberapa kuartal terakhir. Langkah-langkah baru ini akan tetap mendukung pertumbuhan namun tidak memberikan dorongan tambahan apa pun.”

Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal ketiga, sehingga meningkatkan peluang Beijing untuk memenuhi target pertumbuhan sekitar 5 persen pada tahun 2023. Namun para ekonom mengatakan hambatan yang terus-menerus dari sektor properti masih membebani prospek perekonomian.

Baca Juga :  Xi'an China Lockdown Sementara Memerangi Gejolak Omicron

“Jarang sekali rencana fiskal pemerintah pusat direvisi di luar siklus anggaran biasanya, jadi langkah ini menandakan kekhawatiran yang jelas terhadap pertumbuhan jangka pendek,” kata Williams.

Tiongkok sebelumnya mengizinkan pemerintah daerah menerbitkan obligasi menjelang sidang tahunan parlemen, yang menyetujui rencana anggaran pemerintah dan biasanya diadakan pada bulan Maret.

Pemerintah daerah telah diminta untuk menyelesaikan penerbitan obligasi lokal khusus kuota tahun 2023 sebesar 3,8 triliun yuan pada bulan September untuk mendanai proyek infrastruktur. Pemerintah belum mengungkapkan besaran kuota obligasi pemerintah daerah pada tahun 2024.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :