Beijing | EGINDO.co – China menyatakan pada hari Senin (28 September) bahwa perpanjangan dua bulan untuk gencatan senjata perdagangan dengan Amerika Serikat akan memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan mereka dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan perdagangan, sembari mempertimbangkan langkah selanjutnya di bidang-bidang tersebut.
Dalam mengonfirmasi perpanjangan hingga 10 Januari itu, Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa langkah ini juga menciptakan “lingkungan kebijakan yang relatif stabil dan dapat diprediksi” bagi kerja sama antarperusahaan serta kelanjutan diskusi aktif.
Perpanjangan ini merupakan salah satu hasil utama dari pertemuan puncak kedua tahun ini antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump, yang diselenggarakan di Washington pekan lalu.
Salah satu langkah awal di bawah dewan perdagangan yang disepakati kedua belah pihak adalah membahas pemotongan tarif timbal balik untuk produk senilai US$30 miliar, yang bertujuan menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.
Hal itu juga akan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi ekspor produk-produk China terkait ke AS, ungkap kementerian tersebut dalam pernyataannya.
Tim ekonomi dan perdagangan dari kedua belah pihak akan melakukan dialog rutin yang berfokus pada potensi peluang dan hambatan investasi, peningkatan transparansi serta prediktabilitas kebijakan, dan penanganan kekhawatiran yang wajar dari kalangan dunia usaha, demikian disebutkan.
Pertanian dan Batubara
Kedua negara juga akan membentuk kelompok kerja pertanian di bawah dewan perdagangan, yang akan mengadakan pertemuan pertama sebelum akhir tahun untuk membahas akses pasar dua arah dan regulasi produk pertanian, menurut pernyataan tersebut.
Pertemuan puncak presiden juga menghasilkan kesepakatan perdagangan batubara di mana China akan mengimpor batubara dari AS pada tahun 2027 dan 2028.
“Mengimpor batubara AS tidak hanya menjadi pelengkap yang bermanfaat bagi pasar batubara domestik China, tetapi juga memberikan pendapatan ekonomi dan lapangan kerja yang stabil bagi industri batubara AS,” ujar kementerian China tersebut.
Terkait kecerdasan buatan (AI), kedua belah pihak telah menyepakati saluran komunikasi untuk penanganan insiden dan akan mengadakan dialog lanjutan pada akhir November.
China juga akan meninjau dan menyetujui lembaga jasa keuangan asing—termasuk yang bermodal AS—untuk menjalankan bisnis dan membuka kantor cabang di China.
Selain itu, komunikasi mengenai peningkatan penerbangan antara China dan AS juga akan terus berlanjut, demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Sumber : CNA/SL