Beijing | EGINDO.co – Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirim pesan belasungkawa kepada kepala junta Myanmar pada Sabtu (29 Mar) setelah gempa bumi dahsyat pada Jumat menewaskan sedikitnya 1.000 orang di sana dan di negara tetangga Thailand, kata media pemerintah.
Xi “menyatakan kesedihan yang mendalam” atas kehancuran itu dan mengatakan Tiongkok “bersedia memberi Myanmar bantuan yang dibutuhkan untuk mendukung orang-orang di daerah yang terkena dampak” dalam pesan belasungkawa kepada kepala junta Min Aung Hlaing, menurut penyiar negara CCTV.
Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter melanda barat laut kota Sagaing di Myanmar tengah pada Jumat sore, diikuti beberapa menit kemudian oleh gempa susulan berkekuatan 6,7 skala Richter.
Gempa tersebut menghancurkan bangunan, merobohkan jembatan, dan membuat jalan melengkung di seluruh wilayah Myanmar, dengan kerusakan parah dilaporkan di kota terbesar kedua, Mandalay.
Gempa tersebut juga melanda sebagian provinsi Yunnan di barat daya Tiongkok dan Thailand. Pihak berwenang mengatakan hingga 100 pekerja terjebak setelah sebuah gedung 30 lantai yang sedang dibangun runtuh di ibu kota Thailand, Bangkok.
Tiongkok mengirim tim penyelamat beranggotakan 82 orang ke Myanmar pada hari Sabtu, kata kementerian manajemen daruratnya, setelah Min Aung Hlaing mengeluarkan permohonan bantuan internasional yang sangat jarang.
Sebuah tim terpisah dari Yunnan Tiongkok tiba di pusat komersial Myanmar, Yangon, pada hari Sabtu, CCTV melaporkan.
Sementara itu, Korea Selatan akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$2 juta kepada Myanmar melalui organisasi internasional sebagai bantuan awal, kata kementerian luar negerinya pada hari Sabtu.
Empat tahun perang saudara di Myanmar yang dipicu oleh kudeta militer telah merusak sistem perawatan kesehatan dan tanggap darurat negara tersebut.
Pemerintah militer sebelumnya telah menolak bantuan asing bahkan setelah bencana alam besar.
Kementerian luar negeri Tiongkok mengatakan dalam pernyataan terpisah pada Sabtu pagi bahwa tidak ada laporan korban di antara warga negara Tiongkok.
Sumber : CNA/SL