China Ingin Proses Perdamaian Setelah Pertemuan Di Davos

Pertemuan di Davos
Pertemuan di Davos

Davos | EGINDO.co – Tiongkok perlu dilibatkan dalam perundingan untuk mengakhiri perang dengan Rusia, kata perwakilan utama Ukraina setelah pertemuan diplomatik tingkat tinggi menjelang Forum Ekonomi Dunia di Swiss.

Kepala staf kepresidenan Ukraina Andriy Yermak mengatakan pada Minggu (14/1) bahwa penting bagi sekutu Rusia, Tiongkok, untuk ikut serta ketika Kiev mengadakan pertemuan lebih lanjut mengenai formula perdamaiannya.

Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang akan memimpin delegasi di Davos minggu ini. Ketika ditanya apakah Presiden Volodymyr Zelenskyy akan bertemu Li, Yermak mengatakan pada konferensi pers “mari kita lihat”, dan menambahkan bahwa dia belum melihat agenda akhir presiden Ukraina tersebut.

Zelenskyy dijadwalkan tiba di Bern, Swiss pada hari Senin untuk bertemu dengan Presiden Konfederasi Swiss Viola Amherd. Dia juga kemungkinan akan bertemu dengan CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon di Davos minggu ini, Bloomberg News melaporkan.

Anggota Dewan Federal Swiss Ignazio Cassis, yang menghadiri diskusi hari Minggu, mengatakan pada konferensi pers sebelumnya: “Kita harus melakukan segalanya untuk mengakhiri perang ini.”

Baca Juga :  Biden Masukkan YMTC China Ke Daftar Hitam Termasuk Chip AI

“Tiongkok memainkan peran penting. Kita harus menemukan cara untuk bekerja sama dengan Tiongkok dalam hal ini,” kata Cassis, seraya menambahkan bahwa baik Rusia maupun Ukraina tidak bersedia memberikan konsesi.

Presiden Vladimir Putin mengirimkan ribuan tentara ke Ukraina pada Februari 2022, memicu konfrontasi terbesar antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.

Cassis mengatakan negara-negara yang pernah berdialog dengan Rusia, seperti Brazil, India, dan Afrika Selatan, ikut terlibat dalam diskusi Davos dan bisa memainkan peran penting.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan mitra Barat Ukraina telah menyatakan dukungan tegas terhadap Kyiv dan rencana perdamaiannya, serta menyerukan negara-negara Selatan untuk menjelaskan kepada Rusia pentingnya menghormati piagam PBB dan prinsip-prinsip inti demi kepentingan keamanan global. .

Selatan Global

Peran negara-negara Selatan dalam perundingan formula perdamaian Ukraina menjadi fokus menjelang pertemuan di Davos. Banyak negara non-blok dari Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dan Asia yang sebagian besar tidak memihak Ukraina akan diwakili di resor pegunungan Swiss.

Baca Juga :  Vanke China Kumpulkan 15 Miliar Yuan Untuk Proyek Pribadi

Pejabat UE mengatakan mitra Global Selatan secara umum menyatakan empati terhadap nasib warga Ukraina. Beberapa pihak menyoroti perlunya terlibat dalam keprihatinan Rusia.

Yermak mengatakan tidak ada seorang pun yang bertanya kepadanya tentang kompromi mengenai wilayah selama pertemuan hari Minggu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak hadir dalam pertemuan hari Minggu itu. Namun Cassis mengatakan dia akan hadir di pertemuan puncak tersebut dan akan ada peluang bagi diplomat untuk berbicara dengannya.

Zelenskyy diwakili oleh Kepala Stafnya Andriy Yermak yang mengatakan pesertanya berasal dari 18 negara Asia, 12 negara Afrika, dan 6 negara Amerika Selatan.

“Negara-negara Selatan semakin terlibat dalam pekerjaan kami,” kata Yermak sebelumnya melalui akun Telegramnya.

Ukraina, dengan dukungan kuat dari sekutu-sekutunya, secara konsisten mengatakan bahwa mereka tidak akan menyerah sampai mereka berhasil merebut kembali setiap wilayah yang telah direbut Rusia.

Baca Juga :  China Peringatkan Jenderal Top AS Agar Tidak Provokasi

Namun masih belum jelas apakah negara-negara di Dunia Selatan menyetujui hal tersebut sebagai formula perdamaian.

Penasihat keamanan nasional Nigeria Nuhu Ribadu mengatakan kepada Reuters bahwa produsen minyak Afrika mendukung Zelenskyy dan mengatakan bahwa mereka akan menangani konsekuensi kenaikan harga pangan.

Pembicaraan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan khusus AS untuk Pemulihan Ekonomi Ukraina Penny Pritzker, serta James O’Brien, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia.

Ketika kekhawatiran berkembang mengenai dukungan AS terhadap perang di Ukraina selama tahun pemilu, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken diperkirakan akan berpidato di WEF, yang secara resmi dimulai pada Senin malam.

10 poin rencana perdamaian Zelensky menyerukan penarikan pasukan Rusia dan penghentian permusuhan serta pemulihan perbatasan negara Ukraina dengan Rusia.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :