Bangkok | EGINDO.co – Kedutaan Besar China di Bangkok meminta perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar negeri untuk mematuhi hukum setempat setelah sebuah perusahaan konstruksi China diperiksa atas keruntuhan bangunan yang mematikan akibat gempa bumi minggu lalu.
Gedung pencakar langit setinggi 30 lantai, yang akan menjadi kantor pemerintah, adalah satu-satunya bangunan besar yang runtuh di Bangkok ketika gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang negara tetangga Myanmar pada hari Jumat (28 Maret), dengan getaran yang terasa hingga ke ibu kota Thailand.
Pihak berwenang Thailand mengatakan mereka sedang melakukan penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab di tengah kecurigaan bahwa mereka menggunakan tulangan baja di bawah standar dalam strukturnya.
Pembangunan di dekat pasar Chatuchak yang populer di Bangkok adalah proyek bersama yang melibatkan China Railway No. 10 Engineering Group (Thailand) – cabang dari China Railway Group (CREC), salah satu kontraktor konstruksi dan teknik terbesar di dunia.
AFP tidak dapat menghubungi perusahaan China yang terlibat dalam proyek tersebut untuk memberikan komentar.
Kedutaan Besar Tiongkok di Bangkok pada Selasa malam menyampaikan “belasungkawa yang sedalam-dalamnya” atas keruntuhan tersebut dan mendesak perusahaan-perusahaan untuk “secara ketat” mematuhi hukum Thailand.
“Pemerintah Tiongkok secara konsisten mendesak perusahaan-perusahaan Tiongkok di luar negeri untuk mematuhi hukum setempat dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata kedutaan dalam sebuah posting Facebook yang hanya menggunakan bahasa Thailand.
Beijing telah mengirim tim ahli penyelamat dan personel tanggap bencana untuk membantu di Bangkok dan berjanji untuk “terus mendukung Thailand sesuai kebutuhan”, imbuhnya.
Beijing juga telah mendesak perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk bekerja sama “secara ketat” dengan otoritas Thailand saat mereka menyelidiki keruntuhan tersebut.
Mitra lokal dalam proyek tersebut, Italian-Thai Development (ITD), menyampaikan belasungkawa pada Senin kepada para korban gempa tetapi mengatakan “yakin” insiden tersebut tidak akan memengaruhi proyek-proyek lainnya.
Keruntuhan tersebut merupakan insiden tunggal paling mematikan di Thailand akibat gempa bumi, dengan mayoritas dari 22 korban tewas di kerajaan tersebut diduga adalah pekerja di lokasi pembangunan.
Sumber : CNA/SL