China Bantah Tuduhan Peretasan AS

IIustrasi Peretasan  di dunia maya
IIustrasi Peretasan di dunia maya

Beijing | EGINDO.co – China pada hari Kamis (27 Agustus) memperingatkan Amerika Serikat agar tidak “mencemarkan nama baik” Beijing dengan tuduhan peretasan, setelah aparat penegak hukum AS melumpuhkan domain internet yang disebut digunakan oleh kelompok-kelompok yang didukung negara China.

Departemen Kehakiman dan FBI AS pada hari Selasa menyatakan telah menyita domain yang digunakan oleh kelompok peretas yang didukung negara China, yang dikenal sebagai “QTFY”, serta platform peretasan “QScan” dan “QTRouter”.

Mereka menyebutkan bahwa korban intrusi QTFY mencakup NASA, Federal Reserve, Senat AS, serta Departemen Energi, Departemen Kehakiman, dan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Kementerian Luar Negeri Beijing pada hari Kamis menyebut tuduhan tersebut sebagai “informasi palsu” dan menuduh Amerika Serikat “memutarbalikkan fakta antara yang benar dan yang salah”.

“China menyatakan ketidakpuasan yang mendalam dan penolakan tegas terhadap praktik keliru pihak AS yang berulang kali mencemarkan nama baik China dengan dalih kekhawatiran keamanan siber,” ujar juru bicara Lin Jian kepada wartawan dalam sebuah taklimat.

Aparat penegak hukum federal AS “menyelidiki dan melumpuhkan perangkat lunak berbahaya milik RRT (Republik Rakyat China); ini adalah langkah terbaru dalam serangkaian operasi teknis untuk membongkar aktivitas peretasan tanpa pandang bulu yang disponsori oleh” China, kata Jaksa Agung Todd Blanche dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Direktur FBI Kash Patel mengatakan operasi tersebut berhasil melumpuhkan “botnet global dan platform peretasan yang digunakan oleh peretas yang didukung negara China untuk menargetkan infrastruktur kritis AS”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin, pada hari Kamis mendesak Washington untuk meninggalkan “standar ganda dan manipulasi politiknya”.

“Amerika Serikat diakui secara global sebagai imperium peretasan dan pengawasan terbesar di dunia; rekam jejaknya sangat buruk dan buktinya tak terbantahkan,” tambahnya.

Amerika Serikat dan beberapa negara lain kerap mengecam apa yang mereka sebut sebagai aktivitas peretasan oleh China—yang didukung negara—terhadap pemerintah, militer, dan dunia usaha.

Beijing menolak tuduhan-tuduhan tersebut.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top