CFX Pangkas Biaya Transaksi Kripto 50%, Uji Momentum Pemulihan Pasar

Ilustrasi: CFX pangkas biaya transaksi kripto 50% untuk mendorong likuiditas pasar.
Ilustrasi: CFX pangkas biaya transaksi kripto 50% untuk mendorong likuiditas pasar.

Jakarta|EGINDO.co Bursa aset kripto PT Central Finansial X (CFX) memangkas biaya transaksi sebesar 50% menjadi 0,01% per transaksi mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diharapkan mendorong aktivitas perdagangan dan memperkuat likuiditas pasar, seiring pemulihan nilai transaksi kripto domestik pada kuartal III/2026.

Nilai transaksi di Bursa Kripto CFX meningkat selama tiga bulan berturut-turut, dari Rp15,2 triliun pada Juli menjadi Rp17,6 triliun pada Agustus dan Rp22,1 triliun pada September 2026. Secara kumulatif, nilai transaksi September tumbuh sekitar 45,4% dibandingkan Juli.

Penguatan juga terjadi di pasar derivatif aset kripto. Nilai transaksinya naik dari Rp3,75 triliun pada Juli menjadi Rp5,98 triliun pada Agustus, lalu mencapai Rp7,32 triliun pada September 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dalam dua bulan.

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menilai tren tersebut menjadi sinyal positif bagi industri setelah menghadapi tekanan pada semester pertama tahun ini. Menurutnya, pemulihan di pasar spot maupun derivatif diharapkan berlanjut dan menjadi fondasi pertumbuhan industri yang lebih kuat.

Meski demikian, dampak pemangkasan biaya transaksi belum dapat diukur dari data Juli hingga September karena kebijakan baru berlaku pada Oktober. Perkembangan nilai perdagangan setelah penerapan tarif baru akan menjadi indikator penting untuk menilai efektivitas kebijakan dalam meningkatkan aktivitas pasar.

Dari sisi konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta per Juli 2026, tumbuh 39% secara tahunan. Namun, pertumbuhan jumlah akun belum mencerminkan tingkat keaktifan pengguna, nilai transaksi rata-rata, maupun kedalaman likuiditas pasar.

CFX menyatakan terus memperkuat infrastruktur perdagangan bersama Pedagang Aset Keuangan Digital, lembaga kliring, dan lembaga kustodian. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.

Selain itu, perkembangan regulasi dinilai membuka peluang bagi pengembangan produk turunan aset kripto. CFX menyatakan siap mendukung kebutuhan infrastruktur perdagangan untuk menunjang pengembangan produk tersebut.

Dengan tren transaksi yang membaik dan biaya perdagangan yang lebih rendah, tantangan berikutnya bagi CFX adalah memastikan momentum pemulihan berlanjut menjadi aktivitas pasar yang lebih luas, likuid, dan berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top