Medan | EGINDO.co – Para pemudik Pengguna jasa Tol Sinaksak Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara bercerita banyak yang kecewa ketika menggunakan jasa Tol Sinaksak yang menghubungkan Sinaksak – Tebing Tinggi. Hal itu karena informasi, berita video yang ditayangkan PT Hutama Marga Waskita tidak sesuai dengan kenyataan.
Dari banyak pengguna jasa Tol Sinaksak yang menghubungkan Sinaksak – Tebing Tinggi yang kecewa seorang diantaranya Natsir Siambaton (55) mengatakan kepada EGINDO.co di Medan ketika mudik dari Medan ke Sibolga kecewa karena begitu lepas pintu Tol Tebing Tinggi tidak ditemukannya pintu Tol lanjutan ke Sinaksak, Pematang Siantar meskipun pintu Tol Tebing Tinggi yang lama sudah terhubung jalan Tolnya akan tetapi hanya ganti pintu Tol saja dan akhirnya keluar ke Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Medan – Tebing Tinggi.
“Jalan tolnya sudah terhubung akan tetapi ternyata hanya ganti pintu Tol saja, kita kembali ke jalan lintas. Ternyata pintu Tol Tebing Tinggi yang selama ini ada hanya untuk sementara dan kita tidak menemukan rambu dan pintu Tol Tebing ke Sinaksak Pematang Siantar,” lata Natsir kecewa sebab sebelumnya mendapat video yang dishere di grub-grub WA tentang berfungsinya jalan Tol Tebing Tinggi ke Sinaksak Pematang Siantar.
Sebagaimana yang diberitakan bahwa sebagai upaya mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik kendaraan selama libur Lebaran 2023, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi -Parapat akan dibuka fungsional tanpa tarif alias gratis.
Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita, Dindin Solakhuddin mengatakan, terdapat 2 ruas gate to gate yang dibuka dan dapat dilalui kendaraan, yaitu Gate Tebing Tinggi – Gate Indrapura sepanjang 28,5 Kilometer (Km) dan Gate Dolok Merawan-Gate Sinaksak sepanjang 15,6 Km.
“Jika sebelumnya kendaraan yang melintas di Jalan Tol Medan – Kualanamu -Tebing Tinggi dari arah Medan hendak menuju wilayah lain seperti Kisaran atau Kuala Tanjung harus berakhir di exit Tebing Tinggi ke jalan nasional, nantinya dengan fungsionalnya jalan tol kami, maka kendaraan dapat melanjutkan perjalanannya hingga berakhir di Indrapura,” kata Dindin, Rabu (12/4/2023) lalu.
Apa yang diceritakan Natsir Siambaton tentang kekecewaannya juga dialami Parulian Simamora yang datang dari Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara ke Kota Medan menggunakan jasa Tol Sinaksak Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara.
“Kita kecewa bang sebab apa yang diberitakan di media dan video yang tersebar di media sosial dari pengelola jalan Tol tidak sesuai dengan kenyataan yang ada,” kata Simamora.
Kekecewaan Parulian Simamora sebab diberitakan media dan yang ada di media sosial bahwa telah ada Tol dari Sinaksak Pematang Siantar ke Tebing Tinggi, “Kita senang mendengar berita itu karena sangat membantu saat arus balik mudik yang padat di jalur lintas Sumatera dari Paparat ke Pematang Siantar maka dengan dibukanya Tol Sinaksak ke Tebing Tinggi dan dari Tebing Tinggi ke Medan bisa lancar.
Namun, diakui Simamora dirinya dan keluarga kecewa sebab tidak sesuai dengan yang diberitakan di media karena kenyataannya Tol Sinaksak ke Tebing Tinggi tidak ada karena begitu memasuki gerbang Tol Sinaksak tujuan ke Tebing Tinggi akan tetapi kenyataannya bukan ke Tebing Tinggi akan tetapi ke Dolok Merawan.
“Dolok Merawan bukan Tebing Tinggi karena masih jauh, ada 22 kilometer lagi baru sampai ke Tebing Tinggi dan di lepas kota Tebing Tinggi baru bisa masuk pintu Tol Tebing Tinggi ke Medan, jadi tidak benar ada Tol Sinaksak Pematang Siantar ke Tebing Tinggi dan dari Tebing Tinggi ke Medan,” kata Simamora menceritakan kekecewaannya dengan berita di media dan media sosial tentang jalan Tol Sinaksak itu.
Matsir Siambaton dan Parulian Simamora dua pengguna jasa Tol Sinaksak – Tebing Tinggi dua orang dari ratusan orang yang kecewa akibat pemberitaan yang dilansir pihak pengelola jalan Tol tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.@
Bs/timEGINDO.co