Rabat | EGINDO.co – Final Piala Dunia 2030 akan digelar di Casablanca; demikian pernyataan Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (RMFF) yang dilaporkan oleh kantor berita Spanyol, EFE, pada hari Kamis.
FIFA belum mengumumkan lokasi pertandingan final, sementara Spanyol dan Maroko bersaing ketat untuk menjadi tuan rumah laga sepak bola terbesar tersebut.
“Provinsi Benslimane akan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030,” ujar Fouzi Lekjaa dalam sebuah acara partai politik di Bouznika, Maroko, pada hari Kamis, sebagaimana dilaporkan EFE.
Seorang juru bicara badan sepak bola dunia tersebut menyatakan bahwa “keputusan akan diambil oleh FIFA pada waktunya nanti.”
Reuters telah menghubungi RMFF dan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) untuk meminta tanggapan.
Benslimane adalah kota yang terletak 60 km dari Casablanca dan merupakan lokasi pembangunan Stadion Hassan II senilai 1 miliar dolar AS; stadion ini dibangun untuk Piala Dunia dengan kapasitas yang diproyeksikan mencapai 115.000 penonton. Stadion ini nantinya akan menjadi stadion khusus sepak bola terbesar di dunia.
Piala Dunia mendatang akan menjadi ajang yang unik, dengan pertandingan yang untuk pertama kalinya digelar di enam negara yang tersebar di tiga benua. Meskipun tiga pertandingan pembuka akan berlangsung di Argentina, Paraguay, dan Uruguay, sebagian besar turnamen akan diselenggarakan oleh Maroko, Portugal, dan Spanyol.
FIFA belum menetapkan secara final seluruh kota yang akan menjadi tuan rumah pertandingan, namun baik Maroko maupun Spanyol sama-sama menginginkan laga final. Sebagai perbandingan, keputusan mengenai lokasi final Piala Dunia 2026 baru diumumkan pada Februari 2024.
“Spanyol yang seharusnya menjadi tuan rumah final,” ujar Rafael Louzan, rekan sejawat Lekjaa di RFEF, kepada media setempat awal bulan ini.
Pada bulan Agustus, FIFA menyatakan bahwa laporan media yang menyebut Presiden Gianni Infantino telah menjanjikan laga final kepada Maroko adalah informasi yang “keliru dan menyesatkan”.
Sumber : CNA/SL