Cara APP Sinarmas Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan

pasukan
Pasukan pemadam kebakaran APP Sinarmas. (Foto: Dok APP Sinarmas)

Jakarta | EGINDO.co – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (22/2/2021), di Istana Negara, Jakarta. Dalam Rakornas, Presiden Jokowi mengingatkan kepada jajarannya termasuk juga kepada para kepala daerah serta pimpinan satuan TNI-Polri di daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu sejak Januari 2016, Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas telah melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karlahut) di wilayah kerjanya, termasuk di Riau.

Informasi yang dihimpun EGINDO.co menyebutkan perusahaan mempergunakan teknologi geothermal yakni teknologi yang dikombinasikan dengan penggunaan CCTV. Teknologi geothermal untuk deteksi dini titik api yang mana kecanggihan teknologi thermal juga telah digunakan di Australia, Kanada, serta Afrika Selatan itu.

Teknologi tersebut mampu menangkap perbedaan suhu di muka tanah, mendeteksi titik api di lahan gambut yang kerap tidak terlihat secara kasat mata. Ide menggunakan teknologi geothermal  setelah melihat kondisi tahun sebelumnya, dimana upaya deteksi dini api belum berlangsung optimal. Kamera thermal dibawa mengudara menggunakan pesawat Cessna 206H Stationair untuk memantau wilayah hutan. Begitu panas terdeteksi, maka sistem akan mengirimkan data serta meng-overlay ke dalam peta konsesi dan dimana lokasi titik api akan langsung terlihat.

Disamping itu cara APP Sinarmas menanggulangi pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Hal ini dilakukan dalam upaya preventif dengan pemberdayaan hampir seluruh desa yang berbatasan dengan konsesi perusahaan. Pemberdayaan tersebut untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Tercatat selama 2016 hingga 2020, perusahaan merangkul 500 desa peduli api yang siap dan bisa melaporkan setiap kondisi lewat telepon, SMS dan lainnya.

Perusahaan juga dalam menanggulangi kebakaran lahan dan hutan menyiapkan helikopter jenis Super Puma untuk melakukan water bombing di area kebakaran. Heli ini mempunyai kapasitas angkut air 3.500 liter. Sementara helikopter standar hanya menampung 600 liter [email protected]

Bs/TimEGINDO.co