Kuala Lumpur | EGINDO.co – Kanada sedang berupaya menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara Asia Tenggara sebagai bagian dari upaya ekspansi ke pasar-pasar baru, ujar diplomat tertingginya, menanggapi tarif tinggi yang dikenakan oleh Amerika Serikat, tetangga sekaligus mitra dagang terbesarnya.
Menteri Luar Negeri Anita Anand mengatakan Kanada bermaksud untuk melanjutkan hubungan perdagangan multilateral dengan 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Kanada yakin ekonomi global akan didorong oleh kawasan Indo-Pasifik di tahun-tahun mendatang, tambahnya.
“Pekerjaan sedang dilakukan dengan sigap untuk menyelesaikan naskah perjanjian perdagangan bebas,” kata Anand kepada Reuters dalam sebuah wawancara, setelah pertemuannya dengan rekan-rekannya dari blok ASEAN di ibu kota Malaysia.
“Ini rumit, tetapi kami sangat berharap perjanjian ini dapat diselesaikan sesegera mungkin,” ujarnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Anand mengatakan FTA ASEAN-Kanada adalah salah satu cara Kanada dapat mendiversifikasi hubungan perdagangannya di luar negara-negara Kelompok Tujuh (G7).
Selain perdagangan, Kanada juga akan bekerja sama dengan ASEAN di bidang energi, ketahanan pangan, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan, tambahnya.
Perusahaan-perusahaan Kanada meningkatkan perdagangan dengan sekutu selain Amerika Serikat, dan dengan pasar yang lebih kecil, sebagai upaya mereka meminimalkan kerugian ekonomi akibat tarif Presiden Donald Trump, menurut data pemerintah.
Kanada, pemasok utama baja dan aluminium ke Amerika Serikat, menghadapi tarif yang diberlakukan oleh Trump baik untuk ekspor logam maupun otomotif.
Pemerintah berharap dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington pada 21 Juli dan dapat mengenakan bea masuk balasan kepada Amerika Serikat jika tidak tercapai kesepakatan.
Anand menolak berkomentar tentang perkembangan perundingan, tetapi mengatakan Kanada menantikan kesepakatan yang konstruktif dengan Amerika Serikat.
“Para negosiator perdagangan kami … terlibat dalam negosiasi perdagangan yang kompleks untuk memastikan bahwa kepentingan Kanada dikedepankan sebaik mungkin,” ujarnya.
Sumber : CNA/SL