Shanghai | EGINDO.co – BYD Co Ltd pada hari Rabu meluncurkan lima versi yang lebih murah dari sedan Seal, seiring dengan upaya raksasa kendaraan listrik (EV) China ini untuk memperluas keunggulannya di pasar terbesar di dunia untuk mobil energi baru.
Harga Seal Champion Edition berpenggerak roda belakang dengan jarak tempuh 550 kilometer (341,75 mil) per pengisian daya mulai dari 189.800 yuan ($ 27.459,09), 10 persen lebih rendah dari versi sebelumnya dengan jarak tempuh yang sama, demikian situs web BYD.
Harga tersebut juga 18 persen lebih murah daripada versi penggerak roda belakang Tesla Inc Model 3 di China dengan jarak tempuh 556 kilometer, yang menjadi saingan model Seal.
BYD, produsen kendaraan listrik terlaris di China, meluncurkan sedan Seal di bawah seri Ocean pada Juli 2022 yang dirancang dengan gaya sporty dan dilengkapi dengan fitur-fitur cerdas. BYD menjual 19.573 mobil Seal pada kuartal pertama, sementara penjualan Model 3 di China mencapai 42.782 unit pada periode yang sama, menurut data dari Asosiasi Mobil Penumpang China.
Pasar mobil listrik China sedang dalam pergolakan perang harga yang dimulai oleh Tesla awal tahun ini, dengan beberapa produsen mobil listrik termasuk BYD mengikuti contoh produsen mobil AS dengan memangkas harga untuk model-model terlaris tahun ini untuk mempertahankan pangsa pasar.
Perang harga EV juga menarik penjualan dari kendaraan bermesin pembakaran internal karena kesenjangan harga antara teknologi tersebut menyempit.
BYD sejauh ini memimpin pasar kendaraan energi baru (NEV) dengan berbagai penawaran model hibrida baterai dan plug-in yang harganya di bawah 300.000 yuan. Pada pameran otomotif Shanghai baru-baru ini, BYD menjadi berita utama dengan meluncurkan hatchback listrik yang harganya setengah dari harga NEV termurah yang tersedia di tempat lain.
Dalam dua kuartal terakhir, mobil ini telah melampaui Volkswagen dari Jerman sebagai merek kendaraan penumpang terlaris di China.
Namun, tanda-tanda melemahnya permintaan juga muncul ketika BYD mengurangi jam kerja di dua pabrik perakitan mobilnya dalam beberapa pekan terakhir, Reuters melaporkan pada bulan Maret.
Sumber : CNA/SL