Medan | EGINDO.com – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu mengakui pelayanan kepada masyarakat belum optimal pascabencana di Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan memohon maaf atas kinerja pemerintahan yang dipimpinnya sebagai pelayan masyarakat belum efektif, terutama pada masa pemulihan pascabencana.
Hal itu diungkapkan Masinton Pasaribu pada Selasa (14/4/2026) lalu di acara Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan, Tapanuli Tengah. Masinton tidak memungkiri bahwa warga banyak memohon diberikan bantuan, seperti jaminan hidup (jadup) yang ramai diperbincangkan di Tapteng saat ini. “Ini juga kesalahan saya. Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat atas pelayanan pemerintah yang belum cepat, belum merata, dan belum sepenuhnya menjawab harapan, khususnya pascabencana,” katanya mengakui.
Menurut Masinton Pasaribu bahwa Musrenbang kali ini tidak sekadar agenda penyusunan program, melainkan momentum kebangkitan daerah untuk menata kembali arah pembangunan yang lebih tangguh terhadap bencana.
Katanya, pihaknya ingin memastikan, pemulihan tidak hanya memperbaiki yang rusak, tetapi juga membangun masa depan yang lebih kuat. Ini adalah momentum kebangkitan Tapteng. Diungkapkannya bahwa berbagai persoalan yang mendasar dalam tata kelola pemerintahan daerah. Berdasarkan hasil evaluasi, bahwa reformasi birokrasi di Tapteng belum berjalan optimal, bahkan dinilai mengalami kegagalan fundamental.
Menurutnya perencanaan kinerja pemkab menunjukkan kelemahan fundamental yang mengkhawatirkan. Indikator kinerja yang ditetapkan tidak memenuhi kriteria, tidak spesifik dan target yang ditetapkan juga tidak realistis. Beberapa temuan diantaranya, rencana aksi reformasi birokrasi belum tersusun, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik tidak optimal, serta rendahnya indeks kualitas kebijakan dan pelayanan publik.@
Bs/timEGINDO.com