Bulog Bangun Pabrik Karung Plastik, Jakarta Jadi Lokasi Awal

Ilustrasi pabrik karung plastik Bulog untuk mendukung kebutuhan kemasan beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ilustrasi pabrik karung plastik Bulog untuk mendukung kebutuhan kemasan beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Jakarta|EGINDO.co Perum Bulog berencana membangun pabrik karung plastik di Jakarta sebagai proyek percontohan untuk memenuhi kebutuhan kemasan operasional perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi usaha dan penguatan kemandirian operasional Bulog setelah mencatatkan keuntungan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2026.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pembangunan pabrik akan dilakukan secara bertahap di sejumlah pulau besar di Indonesia. Jakarta dipilih sebagai lokasi awal karena dinilai lebih mudah untuk memulai proyek percontohan.

Selama puluhan tahun beroperasi, Bulog belum memiliki pabrik karung plastik sendiri, meskipun kebutuhan karung untuk mendukung penyimpanan dan distribusi pangan sangat besar. Kehadiran pabrik diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kemasan perusahaan secara lebih mandiri.

Rencana ekspansi tersebut didukung kinerja keuangan yang positif. Berdasarkan hasil reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) per 26 September 2026, Bulog membukukan keuntungan sebesar Rp2,4 triliun.

Pencapaian itu ditopang margin komersial sebesar 7% serta penurunan beban bunga dari kisaran 7%–8% menjadi 3%, setelah pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 2%.

Selain membangun pabrik karung plastik, Bulog berencana mengaktifkan kembali Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) yang sebelumnya tidak beroperasi. Perbaikan infrastruktur pengolahan akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Bulog juga menyiapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan di dalam dan luar negeri. Sejumlah pejabat eselon I direncanakan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) guna memperkuat kompetensi kepemimpinan dan jejaring strategis.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bulog berupaya memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pengelolaan pangan nasional secara berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top