Athena | EGINDO.co – Bulgaria memiliki persediaan bensin tersisa satu bulan karena bersiap menghadapi dimulainya sanksi AS terhadap Lukoil Rusia, yang memiliki kilang minyak terbesar dan infrastruktur penyimpanan serta pipa terbanyak di negara itu, kata ketua badan cadangan negara pada Selasa (11 November).
AS dan Inggris bulan lalu menjatuhkan sanksi kepada Lukoil dan Rosneft, dua perusahaan minyak terbesar Rusia, atas perang Moskow di Ukraina, yang mengancam operasi mereka yang masih tersebar di seluruh Eropa.
Sanksi AS, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 21 November, telah menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan bahan bakar menjelang musim dingin di Bulgaria, tempat Lukoil mengoperasikan kilang Burgas, bagian penting dari kerajaan bisnis asing perusahaan tersebut, dan ratusan stasiun pengisian bahan bakar.
Cadangan Bensin 35 Hari, Solar 50 Hari
Bulgaria memiliki cadangan bensin untuk sekitar 35 hari dan solar lebih dari 50 hari, kata Assen Asenov seperti dikutip oleh kantor berita Bulgaria, BTA.
Para analis energi mengatakan bahwa Bulgaria memiliki lebih banyak stok minyak mentah dan produk minyak di luar Bulgaria, tetapi harus mengimpornya sebelum jaringan pipa Lukoil terkena sanksi.
“50 persen bahan bakar siap pakai berada di negara-negara Uni Eropa lainnya, dan sebagian minyak mentah juga, yang berarti pemerintah perlu mengaktifkan kontrak-kontrak ini secepatnya,” kata Martin Vladimirov, direktur Program Energi dan Iklim di Pusat Studi Demokrasi di Sofia.
Bulgaria, yang akan mengadopsi mata uang euro pada 1 Januari 2026, telah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan pasokan sejak sanksi diumumkan bulan lalu. Negara ini untuk sementara waktu melarang ekspor beberapa bahan bakar, terutama solar dan avtur, ke negara-negara anggota Uni Eropa.
Pekan lalu, parlemen Bulgaria mengadopsi perubahan hukum yang memungkinkan Bulgaria mengambil alih kilang dan menjualnya kepada pemilik baru untuk melindungi kilang tersebut dari sanksi AS.
Pekan ini, otoritas Bulgaria melakukan inspeksi dan menerapkan langkah-langkah keamanan di kilang Burgas, yang digambarkan oleh otoritas sebagai langkah untuk melindungi infrastruktur penting.
Sumber : CNA/SL