BRIN Siapkan 5 Teknologi Canggih Lindungi Pantura dari Banjir Rob, Pemerintah Susun Master Plan Nasional

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan lima teknologi unggulan untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman banjir rob dan abrasi yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyusun sistem perlindungan pesisir terpadu yang dinilai mendesak bagi kawasan ekonomi strategis nasional tersebut.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan teknologi yang dikembangkan dirancang agar lebih efisien, stabil, serta mampu diproduksi dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 70 persen. Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut di wilayah Pantura.

Lima teknologi yang disiapkan meliputi tanggul tegak modular multifungsi, blok modular beton pelindung pantai, sistem pemecah gelombang, struktur adaptif pesisir, hingga platform arus laut yang dapat menghasilkan energi mandiri untuk mendukung operasional kawasan pesisir.

“Teknologi ini tidak hanya fokus pada perlindungan pantai, tetapi juga dirancang agar memiliki manfaat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Arif dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

BRIN menilai penggunaan teknologi modular dapat mempercepat pembangunan sekaligus menekan biaya konstruksi dibanding metode konvensional. Selain itu, pemanfaatan material lokal disebut mampu memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Sementara itu, pada Rabu, 6 Mei 2026, pemerintah bersama BRIN, kementerian/lembaga terkait, serta para pakar tengah menyusun master plan perlindungan Pantura Jawa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Rencana besar tersebut akan menjadi acuan penanganan jangka panjang untuk wilayah pesisir yang selama ini kerap terdampak rob, terutama di Jakarta, Bekasi, Karawang, Pekalongan, hingga Semarang.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kawasan Pantura memiliki peran vital bagi perekonomian nasional sehingga perlindungannya harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut AHY, wilayah Pantura menyumbang sekitar 27 persen produk domestik bruto (PDB) nasional serta menjadi tempat tinggal jutaan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor industri, pelabuhan, perikanan, dan perdagangan.

“Kalau kawasan ini terus terdampak banjir rob dan penurunan tanah tanpa penanganan serius, dampaknya akan sangat besar terhadap ekonomi nasional maupun kehidupan masyarakat pesisir,” kata AHY.

Sejumlah media nasional seperti Kompas.com dan Antara juga menyoroti pentingnya percepatan penanganan Pantura mengingat ancaman perubahan iklim dan abrasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. (Sn)

Scroll to Top