Brilian Moktar: Intervensi BI Harus Kuat, Sepekan Terakhir Rupiah Masih Terus Melemah

Brilian Moktar
Brilian Moktar

Medan | EGINDO.com – Intervensi Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral harus kuat, mengingat dalam sepekan terakhir Rupiah masih terus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dan pemerintah harus selektif dalam menjalankan roda perekonomian sebab kondisi Rupiah yang bertahan melemah.

Hal itu dikatakan pengamat Moneter dan Keuangan, Brilian Moktar, SE, MM, MH kepada EGINDO.com hari ini di Medan. “Semoga BI kuat untuk intervensi terus,” katanya mengingat Rupiah terus melorot yang akhir pekan pada Jumat (14/3/2025) kemarin, nilai tukar Rupiah ditutup Rp 16.350 Per Dolar AS.

Brilian Moktar menilai disamping BI kuat untuk intervensi terus juga pemerintah harus mengurangi ketergantungan impor agar nilai tukar rupiah bisa menguat. Kebiasaan impor harus dikaji ulang terutama untuk barang barang kebutuhan pokok. Disamping itu juga harus selektif dalam melakukan pembangunan dengan skala proritas yang terukur untuk menggerakkan roda perekonomian. “Posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan pada Rp 16.300 dan Rp. 16.400 Per Dolar AS kurang baik untuk kemajuan roda perekonomian Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Mantan PM Muhyiddin Dipanggil Lembaga Antikorupsi Malaysia

Berdasarkan catatan EGINDO.com dalam sepekan terakhir Rupiah masih anjlok pada level Rp16.405 per Dolar Amerika Serikat (AS). Bukan saja sepekan terakhir akan tetapi dua pekan terakhir juga menembus level Rp16.400 per Dolar AS dimana mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp16.405 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/3/2025) lalu dan penutupan nilai tukar Rupiah pada Jumat (14/3/2025) kemarin tidak bergerak banyak, masih pada posisi Rp 16.350 Per Dolar AS.@

Bs/fd/timEGINDO.com

 

Bagikan :
Scroll to Top