Brazil Prioritaskan Vaksinasi Manula, Warga Suku, Petugas Kesehatan

Seniman Brazil Mundano mengerjakan grafiti yang disebut "Heroinas Invisiveis" (pahlawan yang tak terlihat), penghormatan kepada perempuan saat penyebaran penyakit virus korona
Seniman Brazil Mundano mengerjakan grafiti yang disebut "Heroinas Invisiveis" (pahlawan yang tak terlihat), penghormatan kepada perempuan saat penyebaran penyakit virus korona

Brasilia, | EGINDO.co – Brazil akan memprioritaskan vaksinasi COVID-19 pada warga berusia di atas 75 tahun, masyarakat adat, dan petugas kesehatan, kata kementerian kesehatan pada Selasa (1/12), saat mengungkapkan rencana awal empat tahap menyangkut imunisasi nasional.

Warga berusia antara 60 dan 74 tahun akan divaksinasi pada tahap kedua, sementara mereka yang memiliki masalah-masalah kesehatan sebelumnya, seperti penyakit jantung dan ginjal, akan diikutsertakan pada tahap ketiga. Tahap terakhir, sebelum vaksinasi dibuka bagi masyarakat luas, akan mencakup guru, petugas keamanan, dan petugas penanganan pertama, juga staf penjara beserta narapidana, kata kementerian itu.

Empat tahap pertama itu akan mencakup 109,5 juta dari total populasi 212 juta orang di Brazil. Kementerian mengatakan melalui pernyataan bahwa rencana tersebut akan diselesaikan setelah ada kepastian vaksin apa yang tersedia. Seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan Brazil mengatakan, Selasa, bahwa vaksin ideal bagi negara itu adalah vaksin satu dosis, yang lebih murah serta dapat diangkut dan disimpan pada suhu antara dua derajat dan delapan derajat Celcius.

Di antara vaksin-vaksin yang sedang dipertimbangkan Brazil untuk dibeli, satu-satunya vaksin dosis tunggal adalah yang sedang dikembangkan oleh anak perusahaan farmasi Johnson & Johnson di Belgia, Janssen. Sejak pandemi virus corona jenis baru mulai muncul di negara itu, Brazil telah mencatat hampir 6,4 juta kasus –terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India.

Jumlah resmi menyangkut pasien yang meninggal di Brazil akibat COVID-19 telah meningkat hingga lebih dari 173.000 orang. Kementerian kesehatan pada Selasa melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir ada 50.909 kasus tambahan virus corona –jumlah kasus harian tertinggi sejak awal September– dan 697 kematian baru COVID-19. Para gubernur negara bagian dan politisi oposisi belakangan ini menekan pemerintah pimpinan Presiden Jair Bolsonaro, yang beraliran konservatif, untuk menyusun rencana imunisasi [email protected]

rtr/ant/TimEGINDO.co