Brasil Siap Lawan Tarif Trump: Presiden Lula Ancam Balas Kebijakan Perdagangan AS

ilustrasi Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva
ilustrasi Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva

Rio de Janeiro|EGINDO.co  Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menanggapi keras rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana memberlakukan tarif impor sebesar 50 persen terhadap produk asal Brasil. Rencana tersebut dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Record pada Senin (7/7/2025), Lula menegaskan bahwa Brasil tidak akan membiarkan tindakan sepihak tersebut terjadi tanpa balasan. Ia menyatakan bahwa jika Trump mengenakan bea masuk tinggi terhadap barang Brasil, maka negaranya akan melakukan hal serupa terhadap produk Amerika Serikat.

“Kalau dia mengenakan tarif 50 persen kepada kami, maka kami juga akan kenakan tarif 50 persen kepada dia,” ucap Lula tegas seperti dikutip dari The Guardian.

Pemerintah Brasil juga tengah menyiapkan sejumlah opsi respons, antara lain mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), meminta penjelasan resmi dari pihak AS, serta mendorong investigasi dagang internasional. Selain itu, Brasil berencana menggunakan Undang-Undang Resiprositas yang baru disahkan oleh Kongres sebagai dasar hukum untuk memberlakukan tarif balasan terhadap negara yang mengambil kebijakan perdagangan yang tidak adil.

Menurut laporan Reuters, langkah Trump ini dianggap bagian dari strategi kampanyenya menjelang pemilu AS, di mana isu proteksionisme perdagangan kembali diangkat untuk menarik dukungan pemilih domestik. Trump juga menyebut hubungan dagang AS-Brasil tidak seimbang, namun klaim ini dibantah oleh Lula.

Dalam pernyataan resminya, Lula menilai bahwa tuduhan Trump tidak berdasar dan justru berpotensi merusak hubungan ekonomi yang telah lama terjalin antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa Brasil tidak akan tunduk pada tekanan ekonomi sepihak dan akan menggunakan seluruh instrumen hukum dan diplomatik yang dimiliki.

Pada Kamis pagi (10/7/2025), Lula menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri ekonomi dan perdagangan guna merumuskan langkah kebijakan selanjutnya. Kantor Kepala Staf Presiden Brasil juga telah mengumumkan pembentukan tim kerja khusus untuk menyusun rekomendasi strategis menghadapi kebijakan tarif Amerika Serikat.

Dari laporan El País, diketahui bahwa Brasil juga akan mengevaluasi ulang berbagai perjanjian dagang bilateral dan meninjau potensi diversifikasi pasar ekspor sebagai upaya memperkecil ketergantungan terhadap AS.

Sementara itu, Trump telah memberikan peringatan bahwa jika Brasil membalas kebijakan tarifnya, ia akan menaikkan kembali bea masuk atas produk Brasil. Situasi ini diprediksi akan memicu ketegangan perdagangan yang berisiko menurunkan volume perdagangan bilateral kedua negara.

Menurut analisis BBC News Brasil, sektor-sektor seperti pertanian, minuman, dan komoditas utama seperti daging dan kopi diperkirakan akan menjadi yang paling terdampak jika perang tarif benar-benar terjadi.

Kesimpulan:
Brasil melalui Presiden Lula da Silva menunjukkan sikap tegas terhadap kebijakan proteksionis Trump. Dengan dasar hukum yang baru dan berbagai opsi strategis, Brasil bersiap menghadapi tantangan dagang dari AS demi menjaga kedaulatan ekonomi dan keadilan dalam perdagangan global.

Sumber: rri.co.id/Sn

Scroll to Top