BPS: Deflasi 0,04 %, Inflasi 0,13 %, Pada September 2021

BPS
BPS

Jakarta | EGINDO.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi atau penurunan harga sebesar 0,04 persen secara bulanan pada September 2021. “Deflasi September 2021 sebesar 0,04 persen itu utamanya karena dipengaruhi kelompok makanan dan minuman, serta tembakau. Penyebab utama telur ayam ras berikan andil 0,07 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan bawang merah 0,03 persen,” ungkap Kepala BPS Margo Yuwono dalam keterangan pers kepada wartawan.

Katanya secara tahun berjalan dan tahunan, masing-masing inflasi 0,8 persen dan 1,6 persen. Deflasi terjadi karena penurunan harga beberapa komoditas di bawah kelompok makanan, minuman dan tembakau. Hal ini khususnya telur ayam, cabai rawit, dan bawang merah.

Kemudian, kelompok lainnya yang menyumbang deflasi adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Berdasarkan komponennya, komponen bergejolak (volatile foods) deflasi 0,88 persen dengan andil 0,15 persen. Volatile foods, terdiri dari komponen energi dengan inflasi 0,07 persen dan andil 0,01 persen serta komponen bahan makanan deflasi 0,82 persen dan andil 0,15 persen.

inflasi inti sebesar 0,13 persen dan andil 0,09 persen. Sementara, komponen harga diatur pemerintah (administered price) inflasi 0,14 persen dengan andil 0,02 persen. Berdasarkan wilayah, deflasi terjadi di 56 kota dari 90 kota IHK. Sementara, 34 kota lainnya mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,9 persen dan deflasi terendah di Palu 0,01 persen. Kemudian, inflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,6 persen dan inflasi terendah di Surakarta 0,01 [email protected]

Bs/TimEGINDO.co

 

Bagikan :
Baca Juga :  KPK Dan BPKP Hitung Kerugian Negara Di Kasus Korupsi Jasindo