BPS: 9,9 juta Gen Z Menganggur, Menaker: Gen Z Sedang Cari Kerja

Gen Z
Gen Z

Jakarta | EGINDO.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 9,9 juta Gen Z tidak punya pekerjaan atau menganggur. Data BPS ini menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah ketika di Kompleks DPR, Jakarta Pusat, Senin lalu kepada wartawan mengatakan rentang usia 18-24 tahun memang sedang dalam usia mencari pekerjaan.

“Memang kalau dilihat dari data, pengangguran terbuka ini banyak didominasi oleh anak usia 18-24 tahun, itu biasanya mereka yang lebih banyak menganggur sedang mencari pekerjaan, mereka yang lulus sekolah, atau lulus kuliah. 24 tahun itu biasanya sudah lulus S1 kuliah, kalau 18 lulus SMA,” katanya.

Dia menyebut pengangguran terbuka didominasi masyarakat usia 18-24 tahun. Umumnya, 18 tahun ada usia saat baru lulus SMA, dan 24 tahun adalah setelah lulus pendidikan S1. Menurutnya, lulusan SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbanyak di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya ketidaksesuaian antara pendidikan dan permintaan pasar tenaga kerja.

Baca Juga :  Mudah Memutihkan Lipatan Tubuh Dengan Bahan Alami

Dijelaskannya, para Generasi Z di Indonesia yang menganggur adalah mereka yang baru saja lulus sekolah dan tidak terikat dengan pendidikan apapun. Menaker membeberkan bahwa alasan lain tingginya angka pengangguran pada kelompok Gen Z adalah tidak adanya kecocokan antara pendidikan serta pelatihan dan kebutuhan pasar kerja.

Pengangguran banyak terjadi karena adanya miss-match maka pemerintah harus mendorong pendidikan dan pelatihan kerja untuk terus berorientasi dan melakukan penyesuaian dengan pasar kerja, sinergi antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan dunia kerja harus terus terjadi.

Menurutnya harus terus didorong pemerintah adalah membangun pendidikan dan pelatihan vokasi itu nyambung dengan pasar kerja, terjadi link and match antara pendidikan dan pasar kerja. Diakuinya bahwa pemerintah telah berupaya untuk menekan jumlah pengangguran terbuka di Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022. Menurutnya, perpres itu berfokus untuk mengurangi miss-match dalam dunia kerja. Pemerintah merumuskan Perpres 68 Tahun 2022, salah satu upaya mengurangi miss-match dengan merevitalisasi pendidikan dan pelatihan, menyambungkan dan menyinkronkan dengan pasar kerja.

Baca Juga :  Pemerintah Perlu Perhatikan Penurunan Daya Beli Warga

Sementara itu sebelumnya, BPS melaporkan bahwa terdapat sekitar 9,9 juta penduduk usia muda (15-24 tahun) tanpa kegiatan atau youth not in education, employment, and training (NEET) di Indonesia pada 2023. Dari 9,9 juta orang tersebut, 5,73 juta orang merupakan perempuan muda sedangkan 4,17 juta orang tergolong laki-laki muda dan Gen Z merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012 dan saat ini berusia 12-27 tahun.@

Bs/fd/timEGINDO.co

Bagikan :