BPBD Babel: Penambangan Timah Berhenti Jika Hujan Ekstrem

ilustrasi Penambang Timah
ilustrasi Penambang Timah

Pangkalpinang | EGINDO.com    – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta penambang bijih timah untuk berhenti beraktivitas jika terjadi hujan ekstrem disertai petir guna mencegah kecelakaan tanah longsor tambang tersebut.

“Hujan ekstrem ini diperkirakan terjadi selama November, Desember 2021 hingga Februari 2022 sebagai dampak fenomena La Nina,” kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan fenomen La Nina ini memunculkan bencana hidrometeorologi atau bencana yang disebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang mengakibatkan longsor, banjir dan sambaran petir

“Hujan lebat ini mengakibatkan serapan air tanah tinggi maka rawan longsor, jadi penambang diharapkan berhati-hati agar terhindar dari kecelakaan yang mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya.

Menurut dia dalam kondisi cuaca ekstrem ini mengakibatkan tanah penambangan bijih timah bergerak dan longsor menimbun para penambang yang tidak dilengkapi alat keselamatan kerja.

“Rata-rata masyarakat penambang yang tidak memiliki alat K3 dalam menambang, sehingga setiap terjadi kecelakaan tambang selalu menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Ia berharap masyarakat penambang sebelum beraktivitas menambang untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca. Seperti tidak menambang di saat hujan lebat disertai petir untuk menghindari bencana tanah longsor dan tersambar petir.

Selain itu, para penambang bijih timah ini untuk selalu melengkapi alat keselamatan kerja, agar tidak ada lagi korban jiwa karena tertimbun tanah longsoran tanah tambang tersebut.

“K3 ini salah satu menjadi perhatian kami, karena kesadaran penambang untuk melaksanakan K3 secara mandiri yang kurang,” katanya.

Sumber: Antaranews/Sn

Bagikan :
Baca Juga :  Bank Sinarmas Kembangkan Layanan Digital