Kendari|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Sesar Lawanopo di Sulawesi Tenggara merupakan patahan aktif yang berpotensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 7,6. Potensi tersebut mengacu pada hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (PusGeN) tahun 2024.
Sesar dengan panjang sekitar 130 kilometer ini membentang dari Kabupaten Kolaka Utara, Konawe, hingga Konawe Utara. Aktivitas terakhir tercatat pada 8 Maret 2026, saat gempa bermagnitudo 4,3 terjadi dan guncangannya dirasakan hingga Kendari.
BMKG menyebut dampak utama dari aktivitas sesar ini adalah potensi kerusakan bangunan di sekitar jalur patahan. Sementara itu, kemungkinan terjadinya tsunami dinilai kecil karena posisi sesar berada di daratan.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG terus memperkuat sistem pemantauan dan mempercepat penyampaian informasi gempa melalui sistem peringatan dini. Pemerintah daerah juga didorong untuk menerapkan standar bangunan tahan gempa, khususnya pada fasilitas umum.
Sejumlah media nasional seperti Kompas dan Antara turut menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. BMKG mengimbau warga tetap tenang namun waspada, mengingat waktu terjadinya gempa belum dapat diprediksi secara pasti. (Sn)