Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam periode 4 hingga 6 November 2025. Fenomena ini dipicu oleh penguatan monsun Asia dan adanya konvergensi serta perlambatan angin di beberapa wilayah Indonesia yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Berdasarkan analisis BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Provinsi dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Bali, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
Sementara itu, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah lainnya seperti Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan (Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara), Sulawesi, Maluku, Papua, dan Papua Barat.
Beberapa wilayah juga berpotensi mengalami angin kencang, antara lain Aceh, Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Barat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gelombang tinggi di perairan sekitar, serta berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan maupun infrastruktur di daratan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil. Para nelayan dan masyarakat pesisir juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan Indonesia.
BMKG menyampaikan bahwa pemantauan kondisi atmosfer dilakukan secara berkelanjutan, dan pembaruan informasi cuaca ekstrem dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, yaitu situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi lembaga tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat, serta selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG,” demikian pernyataan lembaga tersebut dalam keterangan resminya, Selasa (4/11). (Sn)