BMKG Petakan Dampak Gempa M7,7 Flores, 1.624 Gempa Susulan Tercatat

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat pemantauan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menerjunkan tim gabungan ke sejumlah daerah terdampak.

Tim tersebut melakukan survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan. BMKG juga melakukan pemantauan gempa susulan dan verifikasi dampak tsunami di lapangan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hasil kajian akan digunakan sebagai dasar penyusunan peta mikrozonasi bencana. Data tersebut juga diharapkan membantu pemerintah daerah menentukan arah rekonstruksi tata ruang dan pembangunan infrastruktur yang lebih aman terhadap gempa.

Wilayah dengan kerusakan sedang hingga berat menjadi prioritas survei, termasuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka. Hasil pengukuran kemudian akan dibandingkan dengan wilayah yang relatif minim dampak untuk memperoleh gambaran kondisi tanah secara lebih menyeluruh.

1.624 Gempa Susulan

Aktivitas seismik di Flores masih berlangsung. Hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB, BMKG mencatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,3 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, terdapat 23 gempa dengan magnitudo di atas 5,0 dan 59 gempa yang dirasakan masyarakat.

Gempa utama pada 15 Agustus 2026 juga sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi laut kembali aman. Sejumlah wilayah Flores tetap menghadapi dampak kerusakan akibat guncangan, longsor, serta gangguan akses menuju kawasan terdampak.

Reuters melaporkan gempa tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi, sementara proses penanganan bencana menghadapi tantangan berupa longsor, kerusakan jalan, serta gangguan komunikasi di sejumlah lokasi.

BMKG mengimbau masyarakat Flores dan daerah sekitarnya tidak panik, menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan, serta tetap mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah. Kewaspadaan dinilai penting mengingat aktivitas gempa susulan masih berlangsung. (Sn)

Scroll to Top