Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di berbagai daerah Indonesia pada Kamis, 11 Juni 2026. Kondisi ini dipicu oleh terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan massa udara (konfluensi) yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena atmosfer tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Daerah yang menjadi perhatian utama antara lain Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Maluku karena memiliki peluang lebih tinggi mengalami curah hujan yang cukup tinggi.
Dalam prakiraan cuaca untuk kota-kota besar, hujan yang disertai petir diperkirakan terjadi di Tanjung Pinang, Pontianak, Banjarmasin, dan Ternate. Sementara itu, Kota Mamuju berpotensi diguyur hujan lebat, sedangkan Ambon diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Di wilayah lain, seperti Jakarta, Banda Aceh, Serang, Bandung, dan Surabaya, kondisi cuaca diperkirakan didominasi awan tebal sepanjang hari. Meski tidak berpotensi hujan lebat, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
BMKG juga mengungkapkan bahwa area konvergensi saat ini terpantau memanjang dari wilayah Sumatra hingga Papua, sementara daerah konfluensi terbentuk di sejumlah perairan, termasuk Laut Andaman, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, hingga Samudra Pasifik bagian utara Papua.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi dan media sosial resmi BMKG guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut. (Sn)