BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ekstrem di Sejumlah Wilayah hingga Awal Februari 2026

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat di wilayah Jabodetabek, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diperkirakan berlangsung mulai akhir Januari hingga awal Februari 2026.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa intensitas curah hujan pada periode tersebut dapat mencapai 150 hingga 200 milimeter per hari, angka yang masuk dalam kategori sangat lebat hingga ekstrem. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai dampak hidrometeorologi, terutama banjir, genangan luas, serta gangguan aktivitas masyarakat.

“Curah hujan dengan intensitas di atas 150 milimeter per hari sudah tergolong ekstrem dan perlu diantisipasi secara serius, khususnya di wilayah perkotaan dan daerah rawan banjir,” ujar Andri dalam keterangannya pada Jumat, (30/1/2026).

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal, membersihkan saluran air secara berkala, serta aktif memantau pembaruan informasi cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG. Kewaspadaan disebut perlu ditingkatkan setidaknya hingga sepuluh hari pertama atau dasarian awal Februari 2026, periode yang diperkirakan menjadi puncak intensitas hujan.

Fenomena cuaca ekstrem ini masih berkaitan dengan dinamika iklim global dan regional. BMKG memproyeksikan bahwa kondisi iklim nasional akan kembali relatif normal pada April 2026, dengan catatan fenomena La Niña tetap berada pada fase lemah dan tidak mengalami penguatan signifikan.

Sejumlah media nasional turut menyoroti potensi cuaca ekstrem ini. Kompas.com melaporkan bahwa hujan berintensitas tinggi berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di kawasan padat penduduk, terutama Jabodetabek yang memiliki tingkat kerentanan banjir cukup tinggi. Sementara itu, Antara menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, aparat kebencanaan, dan masyarakat, guna meminimalkan dampak yang mungkin timbul.

BMKG kembali menegaskan agar masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan responsif terhadap setiap peringatan dini cuaca ekstrem, demi keselamatan bersama. (Sn)

Scroll to Top